Ukhuwwah

by July 28, 2020

Terminologi dalam bahasa Arab Ukhuwwah adalah ja’lu sysyai akhon lahu. Menjadikan sesuatu dianggap sebagai saudara. Saya memaknai sesuatu itu adalah semua ciptaan Allah SWT, dengan demikian semua ciptaan Allah adalah bisa dianggap sebagai saudara. Pengertian ukhuwwah yang lebih luas adalah: Suatu sikap yang mencerminkan rasa persaudaraan, kerukunan, saling menghargai, saling membutuhkan, yang dilakukan oleh seseorang terhadap sesuatu yang lain dalam interaksi kehidupan yang bersifat universal. Kalau ukhuwwah itu ditarik dalam kehidupan bermasyarakat, maka bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu:

Pertama: adanya persamaan, baik dalam masalah keyakinanan/agama, wawasan, pengalaman, kepentingan, tempat tinggal maupun kesamaan tujuan.

Kedua: adanya kebutuhan, yang dirasakan hanya dapat dicapai dengan melalui kerja sama dan gotong royong serta persatuan.

Kemudian untuk menuju tercapainya sikap ukhuwwah itu, sangat dituntut adanya beberapa sikap dasar yang mesti diwujudkan lebih dulu, dimana sikap dasar itulah yang akan mempengaruhi kelangsungan adanya ukhuwwah itu.

Sikap sikap dasar tersebut adalah:

  1. Atta’aruf: Saling mengenal.
  2. Attasaamukh: Saling menghargai.
  3. Atta’aawun: Saling menolong.
  4. Attadhoomun: Saling mendukung.
  5. Attarookhum: Saling menyayangi.

Dalam pengertian saya yang minim ilmu dan wawasan. Saya membagi Ukhuwwah sebagai berikut :

A. Ukhuwwah Khaaditsiyyah/Kholqiyyah

Yaitu persaudaraan sesama ciptaan Allah, ini berdasar beberapa ayat antara lain:

Semua yang berada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al Hadid: 1)

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Al Israa’: 44).

“Dan tumbuh tumbuhan serta pohon pohonan kedua duanya bersujud tunduk kepada Nya” (Ar-Rahman: 6)

Ayat-ayat yang semakna di atas menunjukkan bahwa semua ciptaan Allah SWT itu bertasbih dan bersujud kepada Nya, sehingga bisa disebut semuanya adalah bersaudara, yang harus ada sikap saling mengenal, saling menghargai, saling menyayangi dst. Tidak heran kemudian Al-Quran sendiri mengisahkan Nabi Sulaiman yang menghargai semut sebagai saudaranya dengan cara menunggu mereka menyeberang jalan sampai rombongan semut selesai menyeberang, tidak ada yang mati terinjak. (An-Naml 18).

Atau dalam kisah Sunan Bonang yang menangis ketika terjatuh akibat tongkatnya direbut paksa oleh Perampok, Beliau menangis karena merasa bersalah dengan rumput yang tercabut ketika dipakai berpegangan saat jatuh.

B. Ukhuwwah Basyariyyah/Insaaniyyah

Persaudaraan sesama manusia. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal”.. ALHUJURAAT 13.

Ayat ini menegaskan bahwa sesama manusia adalah bersaudara untuk kemudian dituntut saling mengenal, saling menghargai dan seterusnya tanpa membedakan suku, ras dan agama. Tidaklah masuk di akal, jika ada sesama manusia kemudian saling berperang dan saling membunuh, bahkan jika diruntut sesama manusia adalah satu keturunan nenek moyang yakni Adam dan Hawa.

C. Ukhuwwah Islamiyah

Sesama umat islam adalah bersaudara, banyak Ayat-ayat Alquran maupun hadis-hadis Nabi yang menjelaskan bahwa sesama umat islam harus menjaga tali persaudaraan, saling menolong dan menyayangi, jangan terpecah apalagi saling bermusuhan, antara lain:

Al Hujuraat 10. “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.

Ali Imran 103. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyyah) bermusuh musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang orang yang bersaudara”.

Al-Hujuraat 12 “Hai orang-orang yang berirnan, jauhilak kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allal Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang “

Rasulullah saw bersabda Seorang Mukmin dengan Mukmin yang lain adalah bagaikan satu bangunan, antara satu dengan yang lain akan saling menguatkan “. HR Bukhori Muslim.

Rasulullah saw bersabda:” Seorang Muslim adalah bersaudara dengan Muslim yang lain, tidak boleh ia menganiayanya, dan tiada boleh ia membiarkan nya dianiaya orang lain, dan barangsiapa menyampaikan hajat saudaranya, niscaya Allah akan menyampaikan pula hajatnya, dan barangsiapa membebaskan kesulitan orang muslim di dunia, niscaya Allah akan membebaskan kesulitannya di hari kiamat, dan barangsiapa menutup kejelekan seorang muslim, maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat “. HR Bukhori Muslim.

Rasulullah saw bersabda :” Janganlah kamu saling menghasud, dan janganlah kamu menawar barang untuk menjerumuskan orang lain, janganlah kamu, saling membenci, dan janganlah , kamu saling membelakangi, dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara”. HR Muslim.

Rasulullah saw bersabda :” Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. HR Bukhori Muslim.

D. Ukhuwwah Wathoniyyah

Persaudaraan sesama Anak Bangsa. Dalam hal ini kalau cakupannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka maknanva adalah sesama warga negara Indonesia menghormati, menolong, mendukung dan saling menyayangi.

Adalah firman Allah dalam surat Al Maaidah:1 “Wahai orang-orang yang beriman, patuhilah aqad aqad itu”. Hampir tidak ditemukan perbedaan para Ahli Tafsir dalam memaknai ayat itu, bahwa semua Aqad perjanjian yang harus dipenuhi bukan hanya sesama muslim, tapi muslim dengan non Muslim termasuk aqad-aqad itu, sebagaimana Rasulullah saw berakad dengan kafir Qurais, Nabi SAW juga memenuhinya.

Melihat makna di atas, maka terbentuk dan berdirinya NKRI ini adalah bagian dari aqad bersama antara Muslim dan Non-Muslim yang harus dipenuhi dan dipatuhi bersama. Dengan demikian semua warganegara Indonesia adalah bersaudara untuk menjaga, merawat dan mempertahankan NKRI ini bersama sama sesuai dengan hasil kesepakatan.

Setelah empat macam ukhuwwah di atas bisa difahami dan terwujud dalam kehidupan nyata, maka barulah ukhuwwah dapat dipersempit berdasarkan azas kepentingan, misal ukhuwwah Iqtishoodiyyah yakni kerjasama dalam bidang ekonomi dan seterusnya. Namun tidak dapat dipungkiri dalam mewujudkan ukhuwwah tersebut tidaklah mudah seperti membalikkan tangan, ada hambatan-hambatan yang kerap timbul disebabkan antara lain:

1. Adanya kebanggaan kelompok yang berlebihan, yang mudah menimbulkan sikap apriori selalu menilai negatif kelompok lain dan rasa Fanatisme yang tidak terkontrol.

2. Adanya kesempitan cakrawala berfikir, baik disebabkan terbatasnya tingkat pemahaman Agama (Keislaman) dan kemasyarakatan, maupun yang disebabkan Ta’ashub Fanatisme golongan yang berlebihan.

3. Lemahnya fungsi kepemimpinan dalam mengembangkan budaya Ukhuwwah tersebut, baik dalam memberikan teladan, maupun dalam cara mengatasi gangguan kerukunan yang timbul di masyarakat pada umumnya.

Saya menulis Ukhuwwah ini dalam fikiran berharap, alangkah damai dan tenteramnya kehidupan di dunia Jika antara manusia dengan alam ada keselarasan dan harmoni, sedang antar sesama manusia ada perdamaian dan kerukunan yang didasarkan adanya sikap persaudaraan apalagi sesama umat islam dengan mewujudkan mau saling mengenal, saling membutuhkan, menghormati, mendukung dan menolong serta saling menyayangi. Namun saya menyadari, harapan ini sulit terwujud karena di dunia ini masih ada syetan yang bergentayangan yang selalu menggoda manusia agar jangan mau diajak rukun dan damai sesama saudara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *