Apakah Kita Sudah Merdeka?

by August 14, 2020

Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 atas nama bangsa Indonesia  Ir. Soekarno dan Drs. Mohamad. Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa indonesia yaitu Kemerdekaan, Sejak itu Bangsa Indonesia terbebas dari belenggu penjajah Belanda dan Jepang. Tepat hari Senin tahun 2020 merupakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Pertanyaan yang sering terlontar namun relevan untuk dipertanyakan: apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Makna Merdeka

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa.

Jika kita buka UUD 1945, pada bagian pembukaan alenia IV dimuat bahwa tujuan kemerdekaan dan dibentuknya Negara Indonesia adalah melindungi segenap tumpah darahIndonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sungguh mulia tujuan dan ciata – cita kemerdekaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Jika kita maknai kemerdekaan menurut HAM, Pancasila dan Undang -undang Dasar 1945 antara adalah: Pertama, Kemerdekaan adalah bebas dari tekanan atau penindasan dari pihak lain. Konteks dari kata tersebut adalah bahwa kemerdekaan itu bisa tercipta manakala  bisa terbebas dari penindasan, ancaman, intimidasi dari pihak-pihak lain. Misalnya rakyat Indonesia dikatakan merdeka, manakala tidak ada yang memaksa, tidak ada yang mengancam, tidak ada yang mengintimidasi.

Kemerdekaan berarti menghilangkan kelas-kelas sosial dalam masyarakat, menciptakan tatanan masyaarakat yang sederajat. Memuliakan antara satu sama lain, kesetaraan, tidak ada kelas dalam masyarakat, masing-masing memiliki hak sebagai bangsa tanpa membedakan kultur dan kelasnya.

Kemerdekaan bisa tercapai, manakala seluruh komponen masyarakat bisa tampil bersama-sama antara satu individu dengan individu lain, atau antar kelompok satu dengan lainnya. Dalam praktek hukum maka mestinya masing-masing komponen bangsa tidak pandang bulu. Jika  hukum masih bersembunyi di belakang layar,  sedangkan yang tampil adalah uang, ini berarti  belum merdeka. Dari definisi dan makna kemerdekaan tersebut, jujur tentunya itu semua belum tercapai

Apakah Kita Sudah Merdeka?

Negeri kita adalah negeri yang kaya dengan berbagai macam sumber daya alam, baik yang terpendam didalam tanah, diatas tanah, maupun yang ada di lautan kita yang luas. Namun semua itu seolah-olah tidak ada bekasnya. Negara-negara kapitalis telah mengeruk dan mengeksploitasinya. Kapal-kapal asing dengan leluasa menjarah hasil lautan kita. Kejahatan korupsi, yang dalam istilah arab dikenal dengan Risywah masih banyak terjadi di negara Indonesia ini. Walaupun penanganan kasus-kasus korupsi telah ditangani serius oleh pihak-pihak penegak hukum, namun kasus itu masih banyak. Dari survey yang dilakukan oleh Transperancy internasional Indonesia pada tahun lalu  23 Januari 2019 merilis bahwa Indonesia menempati urutan 4  dalam urutan negara terkorup di Asian Tenggara, dan Indonesia berada di bawah Thailand (urutan 7) dan Filipina (urutan 8 ). Sedangkan tiga negara dibawah Indonesia antara lain Vietnam, Laos dan Myanmar.

Berbagai masalah yang dihadapi masih terjadi saat ini di Indonesia. Penyerobotan tanah, penggusuran, perampasan hak atas harta benda dan penghilangan nyawa di berbagai daerah. Perlakuan hukum yang timpang antara satu warga dengan yang lainnya. Para penegak hukum yang menindas dan diskriminatif  terhadap rakyat kecil, sungguh masih dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Dari penjajahan fisik, kita memang sudah merdeka, namun secara non fisik baik penjajahan ekonomi, politik dan hukum kita belum merdeka dengan seutuhnya. Kemerdekaan yang sebenar-benarnya masih jauh dari bangsa kita. Masih banyak yang harus dilakukan bangsa ini demi untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya.

Inilah saat untuk mengintrospeksi diri. Perjuangan masih belum selesai. Kita masih harus melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Sebagaimana dahulu mereka meneriakkan ’merdeka atau mati’ maka saat ini pun kita meneriakkan yel-yel yang sama: ’merdeka atau mati’. Maknanya, kita akan berjuang sekuat tenaga untuk menjadikan bangsa ini benar-benar merdeka, merdeka dengan sebenar-benarnya, meski harus ditebus dengan kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *