Basmalah Kunci Surga

by August 5, 2020

Pada saat peristiwa isra’ mikraj nabi diperlihatkan banyak surga, di antara beberapa surga yang tersebut terdapat sungai dari air jernih, sungai dari susu, sungai dari khamr dan sungai dari madu. Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril, tentang asal muasal aliran tersebut dan ke mana mengalirnya. Malaikat Jibril memberitahukan Nabi bahwa sungai tersebut mengalir menuju telaga Kausar, namun ia tidak tahu dari mana asalnya. Ia pun memohon Kepada Allah agar berkenan memberitahukan kepada Muhammad. Di saat Nabi Muhammad dan Malaikat telah berdoa Kepada Allah, datanglah seorang malaikat yang memberi salam kepada Nabi Muhammad yang menyuruhnya agar memejamkan matanya. Setelah beberapa saat memejamkan mata malaikat tersebut menyuruh Nabi untuk membuka kedua matanya.

Sebuah Kubah

Syahdan, nabi Muhammad telah berada di samping pohon  dan melihat sebuah Kubah yang terbuat dari mutiara yang putih, pintunya terbuat dari emas merah dan dalam keadaan terkunci. Saking megahnya jika seisi dunia, baik dari golongan jin manusia di latakkan di atas kubah tersebut niscaya hanya akan terlihat seperti seekor burung yang duduk di atas bukit. Nabi melihat bahwa empat sungai tadi mengalir dari bawah Kubah tersebut. Setelah beberapa saat Nabi ingin kembali, tapi dicegah oleh para malaikat agar masuk terlebih dahulu dalam kubah tersebut. Nabi menolaknya dengan alasan tidak memiliki kunci untuk membukanya. Malaikat memberitahukannya bahwa kunci untuk membukanya adalah dengan membaca basmalah. Nabi pun mendekati pintu dan masuk dalam Kubah dengan melafalkan basmalah. Nabi diperlihatkan empat sudut kubah yang terdapat tulisan basmalah. Sungai air yang jernih  keluar dari huruf sin yang terdapat dalam kalimat bismi, sungai susu keluar dari huruf ha’ dalam lafadz Allah, dan sungai khamr keluar dari huruf mim dalam lafafz ar-rahman, sedang sungai madu keluar dari lafadz ar-rahim. Dari sinilah kemudian Nabi mengetahui asal muasal aliran empat sungai tadi, yaitu dari basmalah.  Setelah itu Allah berfirman Kepada Nabi Muhammad:

يَا مُحَمَّدُ مَنْ ذَكَرَنِي بِهَذِه الاسْمَاءِ مِنْ أُمّتِكَ بِقلْبٍ خَالِصٍ مِنْ رِيَاْءٍ وَقَال بِسْم االلهِ الَّرحْمَنِ الرَّحِيْمِ سَقَيْتُهُ مِنْ هَذِه الأنْهَارِ

“wahai Muhammad, barang siapa diantara umatmu yang mengingat nama-Ku Nama-nama ini dan mengucap basmalah dengan hati yang tulus tanpa ada riya di dalam hatinya maka Aku Memberinya minum dari sungai ini-sungai ini.

Setiap permohonan yang diajukan kepada Allah dengan di awali dengan mengucap lafadz bismillah maka maka permohonan tersebut tidak akan ditolak, karena ia di dalamnya terdapat beberapa rahasia dan kelembutan yang tidak ada batasnya.

By Mukhlisin Purnomo, Alumni Pondok Krapyak, dikutip dari as-Sayyid Bakr Bin Makkiy Ibn Sayyid Muhammad Syatha’ dalam Syarah Kifayatul Atqiya, hlm. 5.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *