Bisnis Silaturahmi

by August 1, 2020

Banyak orang beranggapan untuk memulai suatu usaha baru itu sangat sulit dan membutuhkan modal uang yang cukup, keahlian dan kemampuan khusus, dan seterusnya. Ada benarnya juga yang beranggapan seperti itu. Namun demikian, jangan jadikan itu semua sebagai alasan untuk kita tidak memulai suatu usaha.

Buat saya uang dan keahlian dalam memulai suatu usaha adalah nomor sekian, yang terpenting adalah niat dan  pergerakkan kita untuk mewujudkan usaha yang kita inginkan.

Setiap kita pasti mempunyai mimpi ingin menjadi sukses, yang karyawan pasti ingin karirnya terus meningkat, begitupun yang wirausaha pun ingin penjualannya naik terus, yang belum bekerja pasti ingin bias bekerja atau mempunyai usaha sendiri.

Yups benar sekali, semuanya berawal dari mimpi. Seorang motivator ternama, Arif Rahmat mengatakan “Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan… “. Namun ingat mimpi-mimpi itu tidak akan pernah jadi kenyataan jika kita tidak pernah melakukan pergerakan untuk mewujudkannya, semua ada langkah dan tahapannya, apapun itu jenis usaha yang diinginkannya.

Kembali ke Laptop.. Lalu bagaimana caranya jika ingin punya usaha tapi belum memiliki modal uang yang cukup. Banyak jalan menuju Roma, begitu pepatah mengatakan. Di era digital ini, dimana semua serba online kini dunia ada digenggaman anda jika anda mengetahuinya.

Banyak perusahaan besar maupun menengah yang mengadakan program dropship, yang artinya kita bisa menjual produk tanpa harus membeli produk tersebut terlebih dahulu. Dengan kata lain kita cukup mencari pembelinya selanjutnya perusahaan tersebut yang akan memprosesnya. Artinya apa, tanpa modal pun anda sudah bisa menjual produk dan mendapatkan keuntungan. Jadi tunggu apalagi!!

Seperti saya, dulu sebelum adanya wabah Corona ini, saya adalah seorang karyawan di salah satu restoran ternama. Namun setelah datangnya corona saya dirumahkan sampai waktu yang belum ditentukan. Dan pada gilirannya, saya pun bingung harus berbuat apa, ingin usaha tapi usaha apa, sedangkan uang yang ada hanya cukup untuk bertahan hidup. Akhirnya saya putuskan untuk bersilaturahmi ke kawan-kawan saya.

Siang itu saya niatkan bersilaturahmi ke rumah kawan kuliah saya di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Setibanya disana, saya melihat kawan saya dan seorang karyawannya nampak sibuk sekali mengurusi paket yang harus segera dikirim. Dalam hati, dimana semua usaha sedang redup karena corona, usaha pengiriman yang dijalani kawan saya ini justru meningkat omsetnya. Luar biasa.

Singkat cerita, dia menjelaskan mengenai usahanya ini dan menyuruh untuk membuka jasa pengiriman ini, tetapi dia menyarankan saya untuk terlebih dahulu mempelajarinya dengan menjadi tenaga lepas di tempatnya. Hari berikutnya saya mengikuti dia, mulai dari mencari paket, mengambil paket, menginput data paket dan proses akhir pengiriman ke pusat.

Hari berikutnya saya tidak berkunjung ke kawan saya di Tebet, saya memutuskan untuk bersilaturahmi ke kawan SMU saya di Cibinong, Bogor. Setibanya di Cibinong, seperti biasa kopi dan canda tawa mewarnai obrolan kami. Disela obrolan, kawan saya bercerita mengenai rencana untuk membuka jasa pengiriman, namun gagal karena sudah ada yang buka terlebih dahulu di daerahnya. Mendengar itu, lalu saya bercerita mengenai pengalaman saya kemarin di Tebet. Begitu dia mendengarnya, kawan saya sangat bersemangat dan mengatakan, “Ya udah nte buka aja besok jangan tunggu nanti-nanti, semua modal ane yang tanggung kita bagi hasil aja”. Dengan spontan saya jawab Alhamdulillah.. siaap kawan.

Singkat cerita, akhirnya saya membuka usaha jasa pengiriman di rumah saya dan Alhamdulillah sampai sekarang masih terus berjalan dan berkembang.

Selain itu juga, saat ini saya juga berjualan online dengan produk tanaman bibit buah dan lagi-lagi saya tidak modal. Modal saya hanya foto pohon bibit dan Hp Android butut. Dan Alhamdulillah sampai hari ini pun masih berjalan dan terus berkembang.

Jadi intinya adalah niat dan semangat untuk usaha yang direalisasikan dengan gerakan-gerakan positif yang dapat mewujudkannya pasti akan menghasilkan buah yang baik. Dan menurut saya apa yang saya lakukan ini senada dengan tulisan sebelumnya yaitu: “Mewujudkan Mimpi Wirausaha; Menjual mimpi itu kepada wirausahawan lain (investor)”.

Mengapa tulisan ini saya beri judul “Bisnis Silaturahmi”, karena usaha atau bisnis yang saya jalani sampai hari ini adalah hasil atau buah dari silaturahmi saya ke kawan-kawan saya. Jadi perbanyaklah silaturahmi dalam hal kebaikan pasti akan kita temukan jalan hidup yang mengagumkan.

Seseorang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis berikut, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR. Bukhari – Muslim).

Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini bukan hanya bermanfaat di dunia saja, akan tetapi untuk kebaikan di akhirat nanti. Wallahu a’lam

Oleh: Kuswanto, SS

Alumni Krapyak, Pengusaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *