Dua Keutamaan Silaturahmi

by July 27, 2020
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ رِزْقُهُ اَوْ يُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحْمَهُ

Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya melakukan silaturahmi (Mutafaqun Alaih)

Memperluas Rezeki

Barang siapa yang ingin diperluas rizqinya hendaklah mempererat silaturahmi, karena rezeki itu datang dari banyak pintu, salah satunya dari mungkin berada di saudara, teman atau tetangga kita. Sesungguhnya bukan teman, saudara atau tetangga kita yang memberi kita rezeki, akan tetapi merekalah yang menjadi perantara atas rezeki kita. Allah yang menganugerahi kita rezeki hanya saja melalui tangan mereka.  Allah memberi kita rezeki tidak serta merta rezeki itu turun dari langit, akan tetapi ditentukan juga melalui usaha kita. Pada hakikatnya rezeki kita telah ditentukan oleh Allah, akan tetapi rezeki itu akan kita ketahui setelah kita berusaha untuk mencarinya.

Dalam rukun iman ini disebut qada dan qadar.  Qada merupakan ketentuan Allah yang ditetapkan berdasarkan usaha kita dalam melakukannya ini biasa disebut nasib. Sedangkan qadar adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan sejak dulu ini yang biasa kita sebut takdir. Akan tetapi takdir ini tidak dapat kita ketahui sebelum terjadi. Oleh karena kita tidak boleh menyerah sebelum kita berusaha sekuat tenaga. Karena itu kita diwajibkan untuk bekerja keras.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al-Qasas: 77)

Islam adalah agama yang tidak hanya memperhatikan kehidupan akhirat saja akan tetapi juga memperhatikan sisi kehidupan dunia sebagaimana yang dinyatakan secara eksplisit oleh Qur’an dan hadist Nabi. Satu-satunya agama di muka bumi yang memperhatikan seluruh sendi kehidupan manusia baik di dunia apalagi di akhirat nanti. Kristen memisahkan antara agama dan dunia (sekuler), sedangkan Budha adalah agama yang buta terhadap kehidupan dunia.

Jodoh, rezeki, umur, dan kematian telah Allah tentukan. Akan tetapi kita tetap diwajibkan berusaha untuk meraihnya, nggak bisa kita mo cari jodoh begini: nggak usah nyari kemana-mana jodoh kan ada yang ngatur, diem aja nanti juga ada yang dateng, dateng sih dateng, tapi nini-nini, hehe karena usaha seperti itu maka, hasilnya juga seperti itu.  Sebab itu kita juga harus berusaha dengan giat.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumu’ah:10)

Dalam system ekonomi modern, terutama marketing, hal ini telah merupakan salah satu cara untuk meraih laba. Kita tahu system MLM, maupun system direct selling juga perluasan jaringan usaha, semua hal itu berasal dari konsep silaturahmi. MLM singkatan dari Multi-Level Marketing (kadang ada yang menyebutnya mulut lewat mulut) adalah system pemasaran produk yang memiliki system tingkatan level marketing dengan ketentuan yang berbeda setiap MLM bergantung pada jenis MLM (MLM ada dua jenis: MLM murni dan MLM tidak murni) direct selling adalah system marketing langsung kepada konsumen, tanpa ada pihak distributor, pertama kali diperkenalkan oleh Michael Dell, pendiri perusahaan Dell Computer, seorang entrepreuner dari lembah silicon, sebuah daerah yang berada di Amerika Serikat yang dikenal sebagai penghasil entrepreuner dan konglomerat kelas dunia.

Banyak orang non Islam yang secara tidak langsung memahami nilai-nilai kebesaran Islam dan melaksanakannya, sedangkan orang Islam sendiri malah banyak yang mengesampingkan qur’an. Al-Qur’an banyak digantikan dengan koran. Semua konsep marketing ini kita ketahui bahwa perluasan dari konsep silaturahmi yang sudah dinyatakan oleh Nabi SAW sejak 14 abad yang lalu bahwa silaturahmi atau memperluas jaringan (mitra kerja) merupakan jalan untuk memperoleh rezeki (memperluas usaha/bisnis).

Memperpanjang Umur

Manusia sebagai makhluk social, tidak bisa hidup sendiri, ia adalah makhluk yang memerlukan interaksi dengan sesamanya. Maka kalau manusia tidak dapat bergaul dengan orang lain, maka ia tidak akan bisa hidup di masyarakat.  

Orang yang selalu bersilaturahmi, ia akan memiki kedekatan dengan orang lain, hal itu akan mempererat hubungannya dengan orang lain. Membuat namanya sering diingat dan dikenang oleh masyarakat. Selain itu pula silaturahmi dapat meringankan beban pribadi, yang seharusnya beban itu ditanggung sendiri, ia dapat berbagi dengan orang lain. Sehingga hidupnya menjadi ringan dan tenang, karena ia tidak hidup sendiri. Akan ada orang yang siap sedia untuk menampung perasaannya. Sehingga ia akan tenang dan dapat menjalani hidup dengan gembira. Kalau perasaan itu tenang, maka badan pun akan menjadi sehat.

Dan tentunya dengan silaturahmi, ikatan emosional antar keluarga menjadi lebih erat dan terjalin proses tolong menolong. Dalam Islam kalau kita ingin menolong orang kan ngga harus ngeliat orangnya islam atau tidak, misalnya ada kita menolong orang kecelakaan, ngga perlu kita tanya apa dia Islam atau Kristen? Kalo Islam, NU apa Muhammadiyah? Kalo NU ngga usah kita tanya NU structural atau cultural? Nanti keburu meninggal, he..he…  

Melalui ilmu psikologi, kita mengetahui bahwa perasaan seseorang akan mempengaruhi kesehatan seseorang, seseorang selalu tenang akan lebih sehat dibandingkan orang yang perasaannya gundah gulana. Sebagian besar penyakit timbul dari jiwa dan perasaan seseorang.

Lafadh dalam hadist tersebut ialah “au yunsaa fi atsarihi” disana ada kata “atsar”. Lafadh “atsar” secara bahasa adalah “bekas, peninggalan, atau napak tilas”. Sehingga orang yang suka bersilaturahmi, ia akan memperoleh “atsar” di lingkungannya. Kadang kala ada orang yang telah meninggal sekian lama, akan tetapi sampai saat orang tersebut seperti masih hidup di dunia. Banyak orang yang telah meninggal dunia sekian lama, akan tetapi namanya masih dikenang hingga kini. Maka sesungguhnya orang tersebut seperti masih hidup di tengah-tengah kita.

Setelah semua ini, masihkah kita enggan untuk bersilaturahmi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *