Indonesia Tanah Airku. Pak RT Ulil Amriku

by August 14, 2020

Sejak TK saya sudah dididik hubbul wathon. Cinta Tanah Air. Mulai dari ngapalin lagu-lagu kebangsaan sampai hormat kepada sang saka Merah Putih. Alhamdulillah. Ketika usia saya sudah tua hampir Maghrib.

Saat bareng-bareng nyanyi Indonesia Raya, di dadaku masih ada guncangan, bahkan air mata hampir jatuh. Membayangkan para pahlawan, termasuk para kyai yang sampai berkorban nyawa untuk mengusir penjajah dan mempertahankan NKRI yang kita cintai ini.

Sekarang generasiku tinggal menikmati kemerdekaan. Dan semestinya mensyukuri hasil pengorbanan mereka yang tanpa pamrih. Allahummaghfir lahum warhamhum. Allahu Akbar. Merdeka!

Setelah ngaji di pesantren, saya pun jadi mengerti, bahwa NKRI ini didirikan sudah sesuai dengan ajaran Islam dan nilai nilai Islam. Walaupun dasar negara bukan kitab al-Quran dan Hadist, karena NKRI bukan negara Islam tapi negaranya orang Islam.

Nilai-nilai Islam bisa dilihat dari hari proklamasi kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan hari Jumat 1 Ramadhan yang merupakan hari besar umat Islam yakni turunnya kitab suci al-Quran (Nuzulul Quran).

Angka 17 juga mengingatkan akan jumlah rakaat shalat wajib yang 17, kemudian hari Jumat yang merupakan sayyidul ayyaam. Hari yang mulia, apalagi bulan Ramadhan yang menjadi Afdholussyuhuur bulan paling mulia. Subhanallah.

Kemudian saya jadi faham. Bahwa Bung Karno yang seorang Muslim mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara yang terdiri dari lima butir, juga mengingatkan akan jumlah Rukun Islam yang lima.

Kandungan Pancasila pun kalau dipelajari dengan arif dan mendalam, tidaklah ada yang bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan bersesuaian. Coba kita pelajari dan membaca sejarahnya secara lengkap dan runtut.

Persesuaian Pancasila dengan Ajaran Islam antara lain bisa dilihat sebagai berikut:

1. Katakanlah “Dialah Allah Yang Maha Esa” (AL Ikhlas 1). Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar Penegak Keadilan dst (AN Nisaa’ 135). Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

3. Hai manusia. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal (Al-Hujuraat 13). Sila Ketiga Persatuan Indonesia.

4. Sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka (Asy-Syuura 38). Sila Keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.

5. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan (An-Nahl 90). Sila Kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Ketika Piagam Jakarta ditandatangani oleh 9 Tokoh yang mayoritas adalah tokoh-tokoh muslim yang bukan sembarangan dan kredibel keislamannya. Saya juga jadi mengerti bahwa saat itulah berlaku surat Al-Maidah ayat 1. Wahai orang-orang yang beriman. Taatilah perjanjian yang sudah kamu sepakati. Sebagaimana Rosulullah SAW juga menyepakati perjanjian dengan Kafir Quraisy pada masanya.

Tafsir ayat tersebut menurut yang saya pelajari adalah perjanjian yang berlaku umum. Bukan hanya intern sesama Muslim.

Ketika dewasa sambil kuliah tetap ngaji sama kyai. Saya semakin tahu bahwa yang dimaksud ulil amri dalam Surat Annisa 59 adalah pemerintah yang sah dan sudah disepakati bersama yang dalam NKRI adalah presiden sampai pak RT.

Presiden sampai pak RT harus dipatuhi perintahnya tentu setelah Allah dan RasulNya. Sepanjang tidak melarang orang Islam melakukan ibadah dan tidak menyuruh maksiat. Rasulullah SAW bersabda: “Alal mar il muslimi assam’ u waththooatu fiima akhabba au kariha illa anyyu’maro bimaksiyatin” dst. Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat, senang tidak senang dst.. (Al-Hadist).

Dalam Sabda Nabi SAW yang lain: “Laa thooata li makhluuqin fii maksiyatil khooliq. Tidak ada istilah taat kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah (al-Hadist).

Saya hidup bermasyarakat di kampung pingin jadi warga yang baik. Semua aturan RT yang sudah disepakati saya patuhi, mulai dari ikut siskamling. Jimpitan setiap malam dsb. Walaupun itu tidak ada dalilnya dalam Alquran dan Alhadist. Malah untuk menumbuhkan jiwa kesatuan dan persatuan di lingkup RT, saya memprakarsai upacara bendera setiap tanggal 17 Agustus dalam rangka ulang tahun kemerdekaan NKRI, saya yang tanda tangan di surat undangan sekaligus sebagai pembina upacara walau cuma pakai kain sarung, tapi yang jelas juga pake celana.

Bahkan kalau boleh sedikit Riya’, bisa dicrosscek sama Pak RT 05 Krapyak Kulon. Kalau ada kerja bakti saya datang paling awal dan pulang paling awal juga.

Soalnya saat kerja bakti, sering ada orang komentar: “Pak Kyai ndak usah kerjabakti. Pak Kyai doa saja, lagian sudah sepuh, biar yang muda saja!”

Saya jawab: “Kyai itu di Pengajian. Kalau di kampung ya warga biasa, harus ikut aturan kampung!” Biasanya setelah setengah jam, pak RT menyuruhku untuk istirahar makan minum dan boleh pulang, karena itu perintah pak RT ulil amriku. Ya aku harus taat. Makan minum terus pulang!

Lain perkara, saya akan berjihad melawan pak RT dan berontak, jika pak RT melarang beribadah sesuai keyakinan saya atau memerintahkan saya melakukan maksiat semisal, pak RT memaksa saya untuk tidur menemani janda yang masih muda dan bahenol!

MERDEKA…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *