Jihad Santri Milenial Menjaga NKRI melalui Gerakan Ekoliterasi

by September 8, 2020

Kaum pesantren memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka turut berperan serta membangun jiwa nasionalisme rakyat Indonesia yang saat itu sedang terpecah belah dan dicap sebagai inlander atau bangsa redahan oleh para penjajah. Sejarah membuktikan bahwa para kyai dan santri turut berjuang membela Indonesia tidak hanya dengan kekuatan fisik untuk menghadapi intimidasi dan senjata penjajah, melainkan juga dengan laku spiritual, dan strategi yang matang. Spirit cinta tanah air yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ajaran pesantren menjadi elemen dasar perjuangan kaum santri untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Resolusi jihad yang merupakan ide genuine dari hadratus syaikh KH Hasyim Asy’ari  merupakan bukti nyata atas makna cinta tanah air dengan dilandaskan pada dalil-dalil agama. Melalui resolusi jihad ini, kita diajak untuk memahami ajaran Islam secara utuh bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah untuk membangun kedekatan kita dengan Allah namun juga mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah airnya. Dari sinilah kemudian muncul jargon hubbul wathan minal iman.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Bahkan salah satu faktor terjadinya penjajahan adalah untuk merampas rempah-rempah dari tanah subur Nusantara. Namun sangat disayangkan, setelah genap 75 tahun Indonesia merebut kembali sumber daya alamnya dari para penjajah, justru timbul berbagai permasalahan lingkungan yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan dalam mengelola lingkungan karena tidak mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya alam itu di masa yang akan datang atau sustainability. Padahal sumber daya alam merupakan sesuatu yang terbatas. Kesalahan dalam pengelolaan sumber daya alam dapat berakibat pada keterputusan dan juga kerusakan seperti yang kita saksikan saat ini. Anomali cuaca, meningkatnya suhu bumi, punahnya berbagai jenis flora dan fauna khas Nusantara merupakan akibat dari kesalahan tersebut. Belum lagi bencana alam yang disebabkan ulah manusia seperti longsor, banjir dan kekeringan. Dari sini, sepertinya ada satu pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan bersama untuk memutus rantai kerusakan lingkungan atau mencegahnya agar tidak menjadi lebih parah. PR besar itu adalah usaha untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemahaman dan kepedulian kepada lingkungan atau ekoliterasi

Islam telah menjelaskan bahwa misi utama manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah Allah yang tugasnya tidak hanya beribadah dalam arti sempit yaitu ibadah mahdhah, namun juga ibadah ghairu mahdhah termasuk di antaranya memakmurkan bumi dan menjaga alam ini tetap lestari demi keberlangsungan kehidupan manusia. Namun sepertinya misi besar untuk memakmurkan bumi dan menjaga alam ini masih luput dari perhatian kita. Untuk membuktikannya, saya sebagai santri di sebuah pondok pesantren mencoba untuk melakukan survei kecil-kecilan dengan menanyakan kepada beberapa teman sesama santri mengenai kesadaran dan kepedulian kepada lingkungan hidup atau ekoliterasi dalam konteks peringatan kemerdekaan RI. Pertanyaan saya sederhana: apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan NKRI? Hampir seluruh teman-teman saya melontarkan kata “persatuan”, baik persatuan antar umat beragama, antar suku, maupun antar daerah. Tidak ada satupun dari mereka yang memberikan jawaban yang berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Tentu tidak ada yang salah dengan jawaban mereka, karena persatuan dan kesatuan merupakan elemen penting NKRI. Namun, ini menunjukkan bahwa isu-isu lingkungan belum menjadi hal penting dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan kecintaan terhadap NKRI. Padahal realitas berbicara bahwa banyak sekali konflik di tengah masyarakat yang disebabkan oleh permasalahan lingkungan.

Maka tidak berlebihan jika di tahun ke-75 kemerdekaan ini, sudah seharusnya kita sebagai santri milenial membekali diri dengan ekoliterasi sebagai bentuk jihad kita dalam meneruskan estafet perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan dan menjaga kedaulatan NKRI.

Kautsar Luqyana Azri, Santriwati Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *