Kaum Bersarung sebagai Benteng Degradasi Nasionalisme di Indonesia

by September 9, 2020

Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara. Setiap warga negara harus memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya. Hal ini dikarenakan rasa nasionalisme warga negara adalah dasar dari keutuhan suatu negara. Dengan rasa nasionalisme, seseorang akan melakukan hal yang terbaik demi kehormatan bangsanya.

Sejarah telah membuktikan bahwa rasa nasionalisme mampu menjadi dasar lahirnya kemerdekaan Indonesia, tanpa nasionalisme maka perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak akan pernah ada. Namun, melihat fakta yang sekarang terjadi nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme di Indonesia telah mengalami penurunan. Merosotnya rasa nasionalisme ini bisa disebut dengan degradasi nasionalisme.

Degradasi nasionalisme bisa terjadi karena faktor Lembaga Pendidikan. Sebagaimana yang kita ketahui, Lembaga Pendidikan memegang peranan penting dalam mengembalikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang beradab, karena pendidikan yang ditanamkan sejak kecil sangat berperan dalam membentuk karakter sesorang. Ketika pendidikan yang baik mampu diajarkan maka akan tumbuh jiwa-jiwa yang berakhlak karimah sehingga akan muncul rasa nasionalisme serta ketaatan terhadap agama. Melihat permasalahan tersebut, Pesantren dengan objeknya yaitu seorang santri hadir menjawab segala tantangan zaman, karena Pesantren tidak hanya mengajarkan tentang ilmu keagamaan tetapi juga ilmu kewarganegaraan, atau yang akhir-akhir ini sering disebut dengan istilah hubbul wathan minal iman.

Lingkungan juga sangat mempengaruhi dalam tumbuhnya rasa nasionalisme. Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik pula, lagi-lagi Pesantren mampu menjadi solusi atas permasalahan ini. Pesantren mampu memberikan pendidikan berkarakter sebagaimana program yang telah lama digalakkan oleh Pemerintah. Pendidikan di pesantren bukan sekedar teori tetapi bersamaan juga dengan prakteknya, bahkan selama 24 jam aktivitas mereka mengandung pembelajaran. Dengan begitu, tidak diragukan lagi moral dan jiwa religius yang tertanam dalam diri para santri.

Selain itu, pencapaian suatu bangsa tidak bisa lepas dari peranan tokoh agama terkemuka di masyarakat, tak lain adalah para kiai di Pesantren. Tidak bisa diragukan lagi semangat keislaman dan keindonesiaan para kiai. Jika menengok sejarah bangsa Indonesia, bisa kita ketahui bahwa pejuang kemerdekaan bukan hanya dari golongan tentara tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para Kiai dan santri. Kiai dan santri tidak bisa disepelekan perannya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, salah satunya dalam peristiwa 10 November 1945. Dengan dasar hal tersebut, maka didikan para kiai dan ustad di Pesantren dapat diyakini mampu melahirkan pemuda-pemuda yang taat agama dan cinta tanah air.

Sikap religius yang dimiliki santri menjadi dasar lahirnya sikap-sikap positif. Rasa nasionalisme pun akan tumbuh seiring dengan sikap taat terhadap agama, disiplin waktu, dan saling menghargai yang telah ditanamkan di Pesantren. Nasionalisme yang dimiliki oleh para santri tentu memegang peranan yang sangat besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Seperti yang kita ketahui, mayoritas santri adalah kaula muda yang digadang-gadang sebagai penerus perjuangan bangsa. Terlepas dari hal tersebut, mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Muslim, maka menjadi suatu kewajiban bagi santri untuk menjadi penggerak nasionalisme di NKRI.

Melalui didikan para kiai serta lingkungan pesantren yang mampu menumbuhkan jiwa religius dan nasionalisme, santri mampu menjadi jawaban atas permasalahan-permasalahan mengenai degradasi nasionalisme yang terjadi sekarang ini dan dapat diyakini bahwa kaum bersarung ini akan menjadi benteng degradasi nasionalisme di Indonesia.

D. Indah Syifana, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *