Keistimewaan Bulan Muharram

by August 22, 2020
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Adapun penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah para sahabat Rasulullah saw pada zaman Khalifah Umar bin Khattab ra saat mencanangkan penanggalan Islam.

Bulan yang Mulia

Bulan Muharram merupakan bulan awal dalam tahun Hijriyah. Bulan ini memiliki keistimewaan yang tak bisa dilewatkan begitu saja oleh kaum muslimin. Di antara keistimewaan bulan Muharram ini adalah termasuk salah satu bulan yang suci.

Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”

Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram?

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan,”Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan:”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Ibnu ’Abbas mengatakan:”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”

Puasa Tasua dan Asyura

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah (Muharram),” (HR. Muslim).

Ada cerita di balik mengapa kita dianjurkan untuk berpuasa di dua hari tersebut.

Pada saat itu ada sahabat Nabi datang kepada beliau, tepatnya 10 Muharram setelah Sholat Dhuha. Ia mengatakan kepada Nabi bahwa hari ini orang-orang Yahudi berpuasa.

Lalu, Nabi mengatakan untuk mengumpulkan informasi mengapa bisa orang Yahudi pada saat itu berpuasa. Setelah kembali sahabat itu mengatakan:

“Orang-orang Yahudi berpuasa ya Rasulullah, karena merasa 10 Muharram ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dari kejaran Fir’aun. Mereka berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah,”

Nabi Shallallahu alaihi wasallam pun berkata: “Kami orang Islam lebih pantas menghormati Musa dari pada mereka,” Lalu pada saat itu juga Rasulullah memerintahkan untuk berpuasa. Manfaat dari berpuasa 9 dan 10 Muharram menurut hadits riwayat Bukhari, Nabi mengatakan bisa diampuninya dosa-dosa 365 hari ke belakang atau setahun yang lalu.

Adapun alasan mengapa kita juga harus berpuasa di hari tasua’, yakni untuk membedakan muslim dengan Yahudi. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi: “Kalau saya masih hidup tahun depan akan saya pasangkan hari kesembilan sembilan dengan hari kesepuluh agar tidak sama dengan Yahudi,”

Peristiwa bersejarah terjadi di bulan Muharram

Banyak kejadian-kejadian istimewa dan bersejarah yang terjadi di Bulan Muharram antara lain;

  1. Pada bulan Muharam, taubat Nabi Adam AS diterima oleh Allah SWT.
  2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit judy dengan selamat juga terjadi di Muharam, yakni usai dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan sebagian besar manusia di Bumi.
  3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksa Namrud terjadi di Muharam. Siksa itu berupa nyala api, yang ternyata tidak membakar Nabi Ibrahim.
  4. Pada bulan Muharam juga, Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara kerajaan Mesir. Sebelumnya, Nabi Yusuf AS dipenjara karena fitnah yang menimpanya.
  5. Peristiwa Nabi Yunus AS selamat dan keluar dari perut ikan besar yang menelannya pun terjadi di bulan Muharam.
  6. Nabi Ayyub AS disembuhkan Allah dari penyakitnya juga pada bulan Muharam.
  7. Nabi Musa AS dan umatnya, kaum Bani Israil, selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Nabi Musa dan ratusan ribu umatnya selamat memasuki gurun Sinai.

Begitu banyak keutamaan bulan Muharram, alangkah baiknya bila kita bisa mengambil hikmah dan menjadikan diri kita prbadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *