Ketika Realita Tidak Sama dengan Asa

by August 22, 2020

Banyak orang yang merasa kecewa (tolong jangan tanya “seberapa banyak?”) karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi nyatanya biaya tidak mencukupi. atau otaknya yang nggak nyampe!
Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah pekerjaan biasa-biasa saja apa adanya.

Ada juga seorang pengusaha, yang mungkin mengharapkan kenaikan profit sepuluh kali lipat, malah mengalami kebangkrutan. Apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ada juga yang mencoba melempar manggis, manggis dilempar mangga yang tepar, ada lagi juga yang melamar gadis, gadis dilamar, janda didapat. haha …
Jika kamu juga memiliki masalah yang sama atau masih satu golongan dengan masalah diatas, berikut adalah tiga langkah hebat atau tips yang bisa anda lakukan saat mimpi tidak basah eh, sesuai dengan kenyataan:

Bertindaklah secara fleksibel dan dinamis

Jika kamu betul-betul ingin menggapai kesuksesan, maka diperlukan “kesiapan” untuk bisa bertindak secara fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Sekarang, saya akan buat sebuah analogi sederhana lagi…
Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! kalau belum pernah liat sih percaya saja deh ama yang saya bilang,! Oke! (maksa) Apa sebabnya.?
Sebab mereka (pohon yang bersangkutan) tidak kuat menahan beban yang diterima. Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa beradaptasi bergerak ke segala arah, bergoyang saja saat ditiup angin dan jarang tumbang!
Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta masalah yang datang.

Berpikir bahwa inilah yang terbaik untuk kita!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan impian, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya. Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia sangka-sangka

Sebaliknya, berapa banyak pula kita melihat seseorang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan. Allah Ta’ala telah berfirman;

 “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada dirimu. Jangan biarkan satu kegagalan membuat kamu kecewa, apalagi sampai frustasi berlarut-larut, lalu bunuh diri, Oh tidak.!
kamu tahu nggak apa yang saya lakukan jika ada satu mimpi atau keinginan saya tidak kesampaian? Ayooo,,, coba tebaak,!
Nangis? Salah!! Ngamuk dan mengumpat? Salah!! Oke deh, saya kasih tau
Saya biasa mengatakan:
“Sudahlah, kamu tdk perlu kecewa, don’t ask me why, it is good for you! Sekarang kamu dengarkan, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik! Allah tahu kamu orang yang baik & bijaksana. Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu memang dilahirkan untuk selalu jadi pemenang!” It works for me! Kamu juga boleh coba nanti

Apa yang saya lakukan di atas itu namanya adalah ’afirmasi‘. Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang dan diyakini untuk membentuk citra positif untuk mengurangi sikap-sikap negatif dalam diri kita.
Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan ‘terekam’ oleh alam bawah sadar kita.
Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan penuh keyakinan, maka kita sedang atau akan menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi itu sama seperti do’a.
Okay, sekarang kembali ke jalan yang benar, selanjutnya! Meski saat ini apa yang kita harapkan belum sesuai dengan impian, namun kita harus siapkan jurus yang ketiga.

Siapkan Mental Pemenang!

Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri daripada menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang! Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking sayangnya Allah kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa.
Saudaraku yang zupper, (gayanya om Mario) setiap kemenangan itu lebih baik dirintis dari setiap peluh kita! Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap demi setahap. Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh, ada yang kepleset di tangga, atau salah mengambil jalan. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak, ada yang malah menyerah. Liku hidup setiap manusia memang tidak sama.

Tapi ingat, kalau perlu dicatat! kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali! Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Allah, masih banyak yang menggantung di langit!
Sekarang tinggal mau bagaimana bro? Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan turun dengan sendirinya? atau memandangi indahnya di langit?
Saya sarankan, jangan pernah memilih yang kedua dan ke tiga! Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu bukan milik mereka yang pintar, namun seringkali dimiliki oleh mereka yang tidak pernah berhenti berusaha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *