Masjid itu Milik Allah SWT

by July 26, 2020

Saya bukan Pakar Sejarah Islam. Dulu belajar Sejarah Islam cuma pakai Kitab Nurul Yaqin fotocopian itu saja hanya sampai Bab Khulafaurrosyidin. Dan saya juga bukan Ahli Tafsir Quran. Paling cuma faham tarjamah Surat Walngashri. Itu saja Asbabun Nuzul-nya belum pernah ngaji.

Ketika Rasulullah SAW Hijrah ke Yatsrib atau Madinah sekarang, kenapa yang dibangun pertama kali kok Masjid? Masjid Quba’. Jawaban itu saya bisa mengira-ngira setelah jadi Ustad TPA. Bahwa Nabi SAW bertujuan untuk konsolidasi mempersatukan umat islam yang waktu itu sudah ada dua Kubu Golongan, yakni Anshor dan Muhajirin. Sahabat Muhajirin yang merasa ikut bersusah payah menemani Nabi SAW hijrah, merasa lebih tinggi derajatnya daripada Sahabat Anshor yang cuma menyambut. Sebaliknya sahabat Anshor merasa lebih baik karena merekalah yang mensuplai logistik dan mencukupi segala kebutuhan Nabi SAW beserta sahabat Muhajirin. Oleh sebab itulah Rasulullah SAW memprioritaskan membuat Masjid Quba’ untuk mempersatukan mereka. Demikian pula kenapa Nabi SAW Isra’ Mi’raj berangkat dari Masjid transit di Masjid, yang kemudian mendapat perintah umatnya untuk Sholat lima waktu (meramaikan Masjid).

Surat Al Israa 1. Itupun saya baru faham setelah ngaji kitab Al Mi’rojul Kabir-nya Syeh Najmuddin karena mendadak diminta ceramah Isra’ Mi’raj di Majlis Taklim Ibu-ibu RT di kampung. Kedua Peristiwa di atas, menurut saya menunjukkan pentingnya arti dan fungsi masjid bagi umat islam. Bisa dikata maju mundurnya umat Islam, lemah kuatnya Umat Islam tergantung kepada Masjid. Di masjidlah terjadi konsolidasi Umat Islam yang luar biasa. Orang berbondong-bondong mau sholat berjamaah di masjid dengan pakaian yang beragam warna dan berbeda model. Tapi tidak pernah ada yang mempermasalahkan perbedaan itu. Begitu bertemu saling tersenyum dan berjabat tangan. Penuh suasana persaudaraan.

Mereka masuk ke dalam Masjid menempati shaf dengan bebas. tidak ada aturan harus mengelompok sesuai dengan organisasi golongan atau Madzhab masing-masing. Berbaur jadi satu.

Ketika Iqomah dikumandangkan. Jamaah tidak pernah ribut tentang siapa yang mau jadi Imam. Tanpa diprovokasi semua sepakat yang jadi Imam adalah afqohuhum, aqrouhum, akbaruhum sinnan, dst. Yang paling ahli agama, yang paling bagus bacaan Qurannya, yang paling tua usianya, dst. Sesuai dengan konstitusi yang diajarkan Rasulullah SAW.

Begitu Imam terpilih maju, maka pusat Komando berada di tangan imam. Semua makmum tanpa reserve harus mengikuti imam, namun sebaliknya imam tidak bisa otoriter seenaknya sendiri, ia harus ikut aturan yang berlaku, termasuk ngemong kondisi makmum yang bermacam-macam, diantaranya jangan membaca ayat yang panjang-panjang, sesuai perintah Nabi SAW kepada Imam yakni “Falyukhoffif” buatlah yang ringan! Subhanallah. Sebuah gambaran kepemimpinan dalam Islam yang luar biasa di setiap sholat berjamaah di masjid, hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam sebuah ikatan yang kuat penuh persaudaraan.

Makmum yang beragam segera merapat membentuk shaf yang lurus, baik yang posisi berdirinya kaki setengah merapat atau yang kakinya menganga. Begitu imam Takbirotul ihrom, saat itu pula jamaah satu komando tanpa peduli imamnya golongan mereka atau bukan. Jamaah Makmum ada yang baca dulu “Usholli” ada yang langsung takbir. Cara takbirotul ihrom pun macam-macam. Ada yang mengangkat tangan sampai telinga. Ada yang sampai pundak. Ada yang langsung melipat di atas perut bahkan ada yang ogah-ogahanan melipat tangan. Semuanya bebas tanpa masalah. Ketika imam membaca akhir Surat Al Fatikhah, semua makmum menyuarakan lafadz yang sama. Aamiin. Dengan intonasi volume yang sama harmonis enak didengar. Subhanallah. Alangkah indahnya persatuan umat Islam dalam Shalat. Saat duduk Tasyahhud. Makmum gerakannya bermacam-macam. Ada yang telunjuknya langsung menuding. Ada yang nunggu nudingnya setelah baca Syahadat. Ada yang nuding sambil digerak-gerakkan semua. No Problem.

Dan itu berjalan satu Komando Imam sampai Sholat selesai, kecuali di tengah sholat, imamnya kentut itu masalah lain, dan itu sudah ada aturan tersendiri, diantaranya jika imam kentut di tengah sholat, walau tidak keluar suara dan tercium baunya dan makmum tidak ada yang tahu, maka imam harus lengser diganti, jangan nunggu dilengserkan sama makmum. Wah kalau ini menyangkut masalah pemimpin politik dan korupsi!.

Itulah gambaran ringkas fungsi masjid. Tempat mempersatukan umat Islam dalam aneka perbedaan namun terbungkus dalam sebuah manajemen kepemimpinan yang solid dan kuat dengan sebuah aturan yang harus ditaati bersama.

Masjid Quba. Masjid Nabawi. Masjidil haram adalah milik umat Islam seluruh Dunia dan hakekatnya semua masjid adalah milik Allah. Wa annal masaajida lillaah (QS – Al Jin: 18). Tapi kenapa sekarang masjid kok diklaim milik organisasi golongan? Sampai sampai di depan masjid dipasang papan nama bahwa masjid ini wakaf/milik golongan organisasi ini dan itu? Bahkan ada masjid yang kalau dipakai bukan golongannya dianggap kena najis harus disiram?

Tidak ingatkah umat Islam ketika Nabi SAW masih hidup sudah ada upaya memecah belah umat Islam lewat Masjid? Tatkala Kaisar Heraclius yang sangat membenci Islam menyuruh Abu Amir CS membuat Masjid tandingan untuk memecah belah kaum Muslimin (QS At Taubah: 107-108).

Yang kemudian masjid tersebut (Masjid Dhiror) oleh Nabi SAW diperintahkan untuk dirobohkan dan dibakar bahkan Nabi SAW menyuruh para Sahabat kalau buang sampah dan bangkai agar dibuang di bekas Masjid itu? Silahkan dibaca sejarah Masjid Dhiror.

Kaisar Heraclius tahu betul, bahwa kekuatan umat Islam adalah Masjid. Saya jadi bertanya-tanya kenapa sekarang masjid kok dikapling-kapling oleh golongan, organisasi dsb? Bukankah sekali lagi semua Masjid adalah milik Allah SWT? Atau jangan-jangan sekarang ini masjid yang ada di sekitar saya adalah masjid dhirori?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *