Maulid Nabi Muhammad SAW

by October 28, 2020

Saya bukan Ahli Tafsir dan Hadis, ilmu Agamaku cuma ala kadar,terlepas dari adanya pendapat semua Bid’ah itu sesat… tapisaya juga punya hak untuk berpendapat bahwa memperingatiKelahiran Nabi SAW adalah termasuk Bid’ah Khasanah… Bid’ah yangbaik, atau Bid’ah Idhoofiyyah… Bid’ah yang ada sandaran dalilnya danbanyak manfaatnya bagi umat islam.Perintah memuliakan Nabi SAW jelas ada di beberapa Ayat dan Hadis…tentang bagaimana cara memuliakan, inilah yang dimaksud dengan…”Al ashlu sunnatun walkaifiyyatu bid’atun… Asalnya itu sunnah, tetapicaranya itu yang Bid’ah.Hampir lima puluh tahun, mendatangi Majlis Maulid Nabi SAW, belum pernah saya menemui sesuatu di Majlis itu yang menurutku bertentangan dengan Al qu’ran dan Al Hadis.Bahkan hal- hal yang bersesuaian dengan isi perintah Al qur’an danAl hadis dalam Majlis tersebut banyak didapat antara lain :

  1. Majlis Tholabul ‘ilmi… Terlalu banyak Ayat-ayat Alquran maupun|
    hadits yang menjelaskan tentang ini.
  2. Majlis Silaturahmi… Jika ada yang berpendapat silaturahmi tidak
    ada dalilnya, perlu segera periksa ke dokter jiwa…
  3. Majlis sedekah… Banyak momen Maulid Nabi SAW sekalian
    dijadikan sebagai ajang untuk bersedekah sebagaimana diperintahkan
    oleh syariat islam.
  4. Majlis memuliakan Nabi SAW seperti yang diperintahkan dalam
    surat AL A’RAAF 157 atau Al Maaidah 14.Sebenarnya catatan ini
    bukan membahas masalah Maulid Nabi itu Bid’ah atau bukan, tapi
    lebih bermaksud untuk memaksimalkan manfaat daripada Peringatan
    Maulid Nabi itu sendiri, untuk ʻizzul islam wal muslimin.
    Sebab harus jujur kukatakan, banyak yang kulihat dan kurasakan
    sendiri Majlis yang mulia itu hanya sekedar Rutinitas yang banyak
    menghabiskan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sebanding dengan
    manfaat yang didapat. Bagi orang awam atau Jamaah yang hadir bisa
    dimaklumi, mereka tidak sempat berfikir tentang manfaat,
    tetapi yang penting dapat barokah.

wah kalau ngomong soal barokah memang tidak bisa diukur dan diatur.Bentuk dan kemasan Peringatan Maulid sangat beragam, tergantungtradisi daerah setempat,yang biasanya pada intinya ada pembacaanBarzanji dan Marhabanan kemudian dilanjut dengan ceramah MaulidNabi.Saya sendiri kalau diundang Panitia Majlis Maulid Nabi yang bentuknyaada kemasan Majlis Taklim atau ceramah, sebelumnya sudah membuatkalkulasi dan membayangkan… adanya sekian orang yang terlibatdengan sekian pengorbanan termasuk finansial.Maka saya akan mengukur dan berhitung, apa sebaiknya yang haruskusampaikan dalam ceramah agar minimal Jamaah pulang membawasesuatu atau ilmu yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hariyang lebih baik.Mestinya perlu dipertimbangkan kembali oleh setiap Penceramah,Majlis yang mulia dan strategis itu, jangan hanya mengulas repetisisejarah kelahiran Nabi SAW di Tahun Gajah dengan cerita RajaAbrahah dst, atau ceramah yang lebih dominan humornya yang sekedarmenchibur, tanpa ada tindak lanjut bagi pendengarnya, tentu semuanyadisesuaikan dengan situaSI, KONdisi dan DOMisili JamaAHnya…yang disingkat SI KONDOM AH!…

Banyak Tema yang bisa diangkat di Majlis itu, yang pada intinyadiusahakan bisa memberi pencerahan pada Jamaah untuk mensikapidan mencari solusi permasalahan umat islam masa kini berdasar Sabda Nabi SAW :”Man lam yahtamma biamril muslimiin falaisa minhum”…Barangsiapa yang tidak peduli dengan masalah yang dihadapi umatislam, maka ia tidak dianggap termasuk umat islam.Semisal problem kebodohan dan kemiskinan umat islam yangmenyebabkan terpinggirnya umat islam di berbagai belahan wilayah.Dalam konteks kebodohan bisa diungkap tentang ajaran Islam mengenaimenuntut ilmu dengan segala targhib motivasinya..baik merujuk padaayat-ayat Alquran maupun hadis-hadis Nabi SAW.Problem kemiskinan, yang disebabkan karena rendahnya etoskerja,minimnya skill akibat rendahnya ilmu pengetahuan, perludijelaskan sejarah Rasulullah SAW yang dari kecil sudah mempunyaietos kerja tinggi dan sudah produktif serta mandiri..Dalam setiap acara Maulid Nabi yang ada kemasan ceramahnya…Bagi setiap Penceramah seakan-akan ada ayat yang wajib dibaca dandikupas yaitu surat Al AHZAB 21:” Sesungguhnya telah ada pada (diri)Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”.Tetapi sangat jarang para Muballigh menjelaskan teladan dalamtersebut tentang Rasulullah yang semenjak usia kurang lebih enam tahunsudah produktif dan mandiri dengan jalan menggembala kambing.Nabi Muhammad SAW menjadi Tokoh Paling Berpengaruh di mukabumi ini, antara lain faktor tempaan hidup semenjak kecil yang serbasusah dan kekurangan, hingga menjadikannya Beliau ulet dan teguhmenghadapi tantangan dan hambatan.Kata kuncinya adalah kesuksesan antara lain disebabkan adanya situasidan kondisi yang terbatas sehingga memunculkan etos yang tinggiuntuk keluar dari keterbatasan itu.Hal ini yang saya lihat lemah dalam umat islam terutama berkaitandengan pendidikan anak… Ada kecenderungan orangtua tidak maumembuat iklim terbatas pada anak-anak nya… lebih banyak adalahdengan dalih sayang anak, maka kehidupan seorang anak akan berusahadicukupi dan tidak dibatasi…Akibatnya, muncullah sosok anak yang manja tidak mandiri, serbaberharap uluran dan bantuan orang lain, tidak muncul semangatsurvival untuk mempertahankan diri agar bisa hidup dan seterusnya..(baca Ngajari Anak Mandiri Dan Bertanggung jawab hal.173).Uswah keteladanan Nabi SAW dari sisi etos kemandirian ini, jika tidakselalu diingatkan dan diajarkan…. muncullah generasi umat islam yanghanya punya OBSESI… KECIL DIMANJA… MUDA FOYA-FOYA…TUA KAYARAYA… MATI MASUK SURGA…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *