Mbah Ali Penyayang Tanaman

by October 30, 2020

Santri lawas era Mbah Ali masih sugeng, insya Allah faham semua… Bahwa Beliau sangat menyayangi tanaman.

Beliau selama hidup lebih banyak menanam daripada menebang.. Berbeda dengan kebanyakan orang, lebih rajin menebang dari pada menanam. Bahkan setahu saya … Beliau tidak pernah menebang kecuali sangat dhoruriy alias terpaksa …

Ada yang menarik dari Mbah Ali Maksum, yaitu Beliau suka dengan jenis Pohon Cemara yang sering disimbulkan dengan Pohon Gereja… Bahkan saat ini (Th 2017) masih ada Pohon Cemara peninggalan Mbah Ali yang masih hidup subur yang berada di halaman Kantor MTS Ali Maksum… Ada cerita tersendiri.

Sekitar sebelum Tahun 80 an… Di Kompleks Diniyah Langgar Kulon terdapat pohon Mangga jenis Pakel Kecut yang menjulang tinggi lebih 10 meter… Garis tengah batang bawahnya lebih 70 cm… Karena usia yang sudah tua pokok batangnya sudah keropos sangat rawan roboh.. apalagi saat musim hujan.

Dan posisi pohon itu berdekatan dengan rumah tetangga… Secara lahiriah arah pohon itu kalau roboh bisa dipastikan menimpa rumah tetangga itu.

Habis Subuhan saya sowan Mbah Ali memberi tahu kondisi pohon itu serta resiko yang akan terjadi kalau roboh… kebetulan memang saat itu musim hujan, intinya saya minta izin Beliau untuk menebang Pohon itu sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Saya agak kaget ketika Mbah Ali menjawab :”Sudah.. jangan ditebang itu pohonku… biar besok kalau saatnya roboh biar roboh sendiri ndak akan merusak rumah tetangga!”

Saya lantas pamit ndak berani membantah-. Tapi dalam hati bertanya :”Apa mungkin arah robohnya tidak ke rumah tetangga?” Berkali-kali Pohon itu saya liat jelas condong ke timur mengarah rumah Pak Jauhari/ Bu Suwamo… Kalau ke barat arah lapangan Badminton kayaknya

nggak mungkin!.

Tidak sampai sebulan kemudian ternyata pohon itu betul-betul roboh ke arah lapangan badminum tanpa ada kerusakan sedikitpun„..SubkhanAllah.„ Allahu Akbar… Seakan-akan pohon itu tahu apa yang dikehendaki Mbah Ali.

Setelah kejadian itu saya ngaji lagi… Ternyata Mbah Ali benar… Pohon atau semua tanaman itu Dziirruukh… hernyawa… mereka adalah ciptaan Allah SWT yang juga bersujud sama dengan manusia… Wannajmu wasysyajaru yasjudaan.„ Dan tumhuh2 an dan pohon2 an kcduanya sujud tunduk kepada – Nya… AR RAIIMAAN 6.

Demikian pula apa yang dikisahkan dalam sejarah Walisongo… Ketika Sunan Bonang yang sudah Sepuh Tua berjalan tertatih tatih membawa tongkat kayu yang ada emas di tangkainya dirampok diambil paksa oleh Radenmas Said… Sunan Bonang jatuh telungkup… tertatih Beliau bangun sambil keluar air mata berkata kepada Perampoknya ;”Anak muda.. Aku menangis bukan karena Tongkat kau ambil… Tapi lihat ini di tanganku ada segenggam rumput yang tercabut kujadikan pegangan karena perbuatanmu!”.

Sunan Bonang menangis sedih karena merasa berdosa dengan rumpus yang tidak bersalah jadi tercabut… Siapa tahu saat itu rumpus sedang bertasbih bersujud kepada-Nya…. Allahu Akbar!.

Semenjak itu sampai saat nulls llmu Mbah Aly dan Sunan Bonang tentang Pohon itu saya amalkan… Bahkan setiap memetik buah apa saja biasanya minta permisi dulu sama pohonnya dan saya ucapkan terima kasih… Dan jika terpaksa memotong atau menebang pohon juga saya biasa ngomong minta izin dulu sama pohonnya dan mints maaf… Boleh percaya boleh tidak…silahkan buktikan kalau kurang kerjaan… Saat nulls ini di halaman rumah saya menanam pohon Jambu air jenis Jamaika…Biasanya 5 Tahun baru berbuah… Tapi Pohon Jambu itu Alkhamdulillah belum dua tahun sudah mau berbuah… Padahal tidak dikasih pupuk khusus… Cuma biasanya kalau malam mau berangkat ngaji Polhon Jambu itu suka saya elus-elus dan saya ajak ngomong agar cepat mau berbuah dan nyatanya dia menuruti permintaanku… Syukron pohon jambu sahabatku!… semoga kamu panjang umur, sehat dan rajin Berbuah…..

Kalau ada yang membaca tulisan ini menganggap saya tidak. waras atau
KENTHIR…setengah Gila atau apa terserah….saya tidak tersinggung,,
cuma kalau yang nulis tidak waras otomatis yang mau membaca tulisan
ini sampai selesai juga ketularan KENTHIR!…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *