PAK JUYAMTO SAHABATKU

by March 17, 2021

Dalam pandangan saya Beliau adalah sosok Guru yang luar biasa… semangatnya…dedikasinya mengajar… Pokoknya Top markotop. Bagaimana tidak, disiplin ilmu Beliau sebenarnya IPA … Tapi kalau

ada Guru kosong, Beliau sanggup menjadi Guru Pengganti semua mata pelajaran, dari ngajar Bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, ketrampilan apa saja… asal bukan Pelajaran Agama.

Beliau adalah dari pendidikan lembaga non muslim, namun semangat belajar tentang islam sangat luar biasa, sehingga beliau bisa menjadi tenaga pengajar di pesantren Krapyak yang militian. Awal ngajar Pak Ju mengayuh sepeda ontelnya ke Krapyak sejauh hampir 20 kilometer…

Kemudian saya melobi Pengurus Pondok agar Beliau bisa tinggal bersama Pengurus, tapi karena nggak enak, sempat saya persilahkan tinggal di kompleks Diniyah, sampai kemudian Beliau menikah.

Pada suatu saat saya sedang di Kantor Madrasah bersama Pak Nawawi almarhum… Tiba-tiba Pak Ju keluar dari ruang atas kelas Gedung Baru dengan raut muka merah padam…

Sejenak saya tanya ada apa… Pak Ju menjawab mau menghadap Pak Hasbullah sebagai Kepala Madrasah… sempat nawari minum Beliau nggak mau… Pokoknya mau segera sowan Kepala Madrasah. Setelah saya kasih tahu Bahwa Bapak Kepala Madrasah baru bepergian… Pak Ju mau duduk sambil setengah saya paksa untuk minum, akhirnya Beliau nurut.

Beberapa saat kemudian, Pak Ju saya bujuk untuk ngomong ada masalah apa… Beliau bercerita menahan emosi hampir menangis… Mau menghadap Bapak Kepala Madrasah untuk pamit tidak mengajar selamanya.

Saya kaget… Beliau lantas bercerita baru saja masuk kelas menggantikan Guru Bahasa Inggris yang berhalangan mengajar (Pak Yusuf Sungkono)… saat tengah mengajar Pak Ju mempersilahkan murid untuk mengajukan pertanyaan… Adalah seorang murid yang unjuk jari bertanya… Murid ini bertanya apa Bahasa Inggrisnya TELO GOSONG (singkong gosong)… Pak Juzamto tergagap tidak siap menjawab… Beliau kemudian membuka KAMUS BAHASA INGGRIS yang dibawa sempat membolak- balik tidak ketemu.

Tiba tiba Murid yang bertanya ngomong sama Pak Ju:” Silahkan Bapak pulang dulu itu PR buat Bapak!”… Jadi Pak Ju diusir sama muridnya sendiri… Astagfirullah. Mendengar cerita Pak Ju  itu  saya  lantas pindah tempat duduk merapat…saya

elus pelan pundak Beliau :”Sabar… sabaaaar Pak Ju… namanya saja murid ya harap dimaklumi, makanya murid bersekolah agar supaya terdidik… bla bia blaa”. Intinya menghibur Beliau untuk bisa memaklumi kejadian Apalagi pelaku nya adalah anak didik kita sendiri.

Saya kemudian tukar pengalaman… Kalau ditanya murid di kelas, kebetulan kita tidak bisa menjawab, maka banyak cara atau kiat sebagai Guru yang biasa dilakukan dengan tidak mengurangi harga diri sebagai Guru di mata murid, antara lain :

Kita bilang :”Anak anak ini pertanyaan yang bagus… Ayo siapa yang bisa njawab?”. Terus kita menunjuk murid satu persatu untuk mencoba menjawab…. Sambil kita sendiri berfikir untuk mencari jawaban…Apabila sudah mentok memang tidak bisa menjawab… segera saja berterus terang Guru bilang kepada murid untuk menjawab di lain waktu.

Yang penting Guru tidak kehilangan wibawa di depan muridnya…dst…. Sesekali saya ngomong seperti itu kepada Pak Ju sambil guyonan.. Kebetulan Pak Ju kalau ngomong dengan saya sinyalnya nyambung kuat… wong sering kalau ada masalah pribadi dan keluarga biasanya saya tempat curhatnya.

Saya kemudian berjanji untuk memanggil murid yang “MENGUSIR” Pak Ju dari kelas dan mengasih Garansi bahwa murid itu akan minta maaf dan tidak mengulang kembali.

Akhirnya Pak Ju kelihatan lega dan plong serta tidak jadi pamit untuk meninggalkan Madrasah dan tetap semangat mengajar setelah saya suntik suplemen dosis tinggi.

Habis ngobrol Pak Ju saya ajak jajan Sate Tongseng Kambing… Alkhamdulillah… habis TIGA PORSI… paroan dengan saya , tapi saya yang lebih banyak. Sekarang ini (6 oktober 2017)… Pak Juzamto sahabatku sehari hari berbaring karena Stroke yang sudah lama Beliau alami…. Alkhamdulillah…. muncul Grup Alumni yang sering menjenguk Beliau di rumahnya.

Bagi alumni santri yang pingin menjenguk Beliau di rumahnya silahkan… Kapan saja.. alamat bisa nanya saya atau bila perlu saya antar… sedang untuk Pak Tahrir, guru pesantren yang hidupnya juga memprihatinkan, bioa┬Čkoordinasi dengan saya bila ingin ke rumahnya…

Tapi insyaa Allah yang jelas… besok pertemuan Alumni bulan depan tahun ini, semua Alumni Santri bisa ketemu Beliau berdua Pak Ju dan Pak Tahrir, bersama sama Guru yang lain… Pak Zaenuri, Pak Jaziman, Pak Edi Sukardi, Bu Kadar Guru olahraga dan Bapak Ibu Guru yang lain di ajang Reuni… tidak lupa ketemu Pak Guru yang paling Tampan dan paling Coverboy yaitu… yang nulis ini.

Khusus kepada Pak Juzamto sahabatku Ayoo Pak Ju… SEMANGAT… SEMANGAT DAN SEMANGAT.. kapan- kapan Pak Ju saya ajak lagi jajan sate Tongseng, tapi maaf ya Pak Ju…. Sampean gantian yang bayari….

Krapyak oktober 2017.
sahabatmu henry sutopo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *