Prinsip Dasar Manajemen Keuangan

by July 25, 2020

Dalam menjalani bisnis penting bagi owner untuk memahami cara mengelola keuangan, karena salah satu tolak ukur meningkat atau tidaknya suatu bisnis, bisa dilihat dari laporan keuangannya. Nilai, value asset, revenue, semuanya dinilai dari deretan angka yang tercantum pada laporan keuangan. Lalu bagaimana prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan bisnis, dibawah ini merupakan prinsip dasar yang bisa menjadi pedoman dalam mengatur keuangan.

Risk-Return Trade Off

Dalam bisnis dan investasi dikenal istilah “High Risk, High Return“. Istilah ini terkait dengan aksioma nomor 1 yaitu harus ada pertukaran antara resiko dan return. Maksud dari hal ini adalah apabila resiko bertambah maka return seharusnya turut bertambah. Hal ini dimaksudkan sebagai harus ada pertambahan return sebagai kompensasi dari pertambahan resiko yang akan ditanggung oleh investor.
Oleh karena itu, suatu hal yang wajar apabila terdapat istilah high risk, high return. Sebagai contoh dari ilustrasi ini, gaji seorang pembalap F1 akan lebih besar dari gaji seorang pemain bulutangkis. Kenapa? karena seorang pembalap F1 memiliki resiko untuk tewas dalam arena lebih besar daripada seorang pemain bulutangkis. Sebagai pengganti resiko yang diterima maka diberikan return (dalam hal ini gaji) yang lebih besar.


Time Value of Money

Aksioma kedua mengenai nilai dari suatu uang. Uang yang anda terima sekarang akan lebih berharga daripada uang dengan jumlah yang sama yang akan anda terima setahun yang akan datang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Di samping inflasi yang melanda suatu negara yang mengakibatkan nilai suatu mata uang turun, terdapat pula faktor resiko. Resiko dapat timbul karena tidak adanya kepastian (uncertainty).
Kaitan dengan konsep atau aksioma kedua ini adalah apabila anda ditawari uang dan anda diberi pilihan akan mengambilnya sekarang atau setahun lagi dengan jumlah yang sama, akan lebih baik jika anda mengambil pilihan untuk mengambil sekarang. Hal ini dikarenakan uang yang anda terima sekarang sudah menjadi milik anda, sedangkan uang yang akan anda miliki setahun lagi belum menjadi milik anda dan masih terdapat kemungkinan uang itu tidak menjadi milik anda. Dari konsep kedua inilah mengapa pada setiap utang-piutang terdapat bunga (interest) yaitu sebagai pengganti resiko yang akan muncul karena ketidak mampuan untuk membayar (default).


Cash Is The King
Sedikit sharing tentang pengalaman saya dalam berbisnis, saya pernah memiliki sebuah bisnis yang bergerak dalam menjual barang. Pada awalnya, saya cukup senang karena pembelian yang tinggi akan tetapi masih dalam bentuk piutang. Dalam statement of income atau laporan laba-rugi yang saya susun, saya cukup senang dikarenakan usaha saya membukukan profit yang besar. Akan tetapi pada periode berikutnya saya mengalami kesulitan keuangan. Mengapa hal itu bisa terjadi padahal saya telah membukukan profit yang besar? Hal ini dikarenakan hampir semua keuntungan masih dalam bentuk piutang yang tingkat likuiditasnya (kemudahan mengubah aset menjadi uang) masih kalah dari kas. Bahkan dalam dunia bisnis terdapat istilah, cash is a fact meanwhile profit is just the opinion. Dalam bisnis kas adalah suatu hal yang memegang peranan paling penting, sampai-sampai satu-satunya current asset (aset jangka pendek) yang memiliki pelaporan sendiri adalah kas yang dilaporkan dalam statement of cash flow.

Incremental Cash Flow

Dalam aksioma nomor 3 telah dijelaskan bahwa satu-satunya aset yang memiliki pelaporan sendiri adalah kas. Kas sendiri dilaporkan dalam statement of cash flow dan di dalamnya terdapat bagaimana aliran kas masuk dan kas keluar. Dalam proses evaluasi keuangan, salah satu komponen yang akan dievaluasi berasal dari statement of cashflow. Bahan pertimbangan dalam evaluasi ini adalah terkait dengan opportunity cost yaitu pengorbanan yang timbul dikarenakan kita memilih salah satu pilihan. Kaitannya dengan aksioma keempat adalah menurut Martin Keown,
Incremental Cash Flow is the difference between the cash flow if the project is taken on versus if the project is not taken on
Hal ini terkait dengan segala konsekuensi yang akan diterima dalam pengambilan keputusan pengambilan atau penolakan atas suatu proyek.


The Curse of Competitive Market

Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk menciptakan kesejahteraan. Hal ini sangat berkaitan erat dengan mekanisme penilaian dan pengambilan keputusan. Kaitan dengan aksioma kelima adalah dalam realita dunia wirausaha akan sangat sulit mengambil profit yang besar dari suatu penjualan. Pengecualian untuk pasar monopoli, pada pasar persaingan sempurna dan oligopoli (pasar yang penjualnya banyak) untuk mengambil laba atau profit yang sangat besar merupakan hal yang sangat sulit. Hal ini dikarenakan jika anda menaikkan harga sedikit saja maka konsumen akan beralih ke penjual yang lain. Pasar yang sangat kompetitif membuat laba besar yang akan semakin sulit dicapai. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan diferensiasi produk. Diferensiasi yang dimaksud di sini tidak hanya tentang modifikasi produk anda, akan tetapi dapat juga berupa servis atau kualitas dari produk anda.


Efficient Capital Market

Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Bagaimana caranya? Kesejahteraan yang dimaksud di sini merupakan nilai dari saham yang dipegang oleh pemegang saham. Yang jadi pertanyaan, mengapa harga dari suatu saham dapat berubah? Hal ini dikarenakan supply and demand yang ada pada pasar. Harga terbentuk setelah mencapai titik keseimbangan (equilibrium). Dalam manajemen keuangan, harga yang terbentuk ini selalu menjadi nilai dari suatu perusahaan. Artinya penerapan dari memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dapat diimplementasikan dengan memfokuskan pada setiap kebijakan yang ada di perusahaan. Keputusan yang tepat akan berdampak pada kenaikan nilai dari suatu perusahaan dan sebaliknya. Oleh karena itu, jika hanya memaksimalkan profit dari perusahaan melalui metode akuntansi, tidak akan berdampak pada perubahan harga saham. Karena memaksimalkan profit melalui akuntansi adalah hal yang mudah, anda tinggal melakuakan pemotongan pada setiap beban, maka jadilah profit anda lebih besar.

The Agency Problem

Meskipun tujuan dari suatu perusahaan adalah maksimalisasi nilai perusahaan akan tetapi terkadang dalam realita terjadi perbedaan tujuan antara owner dan tim. Prinsip ketujuh ini lebih menekankan pada tim tidak akan bekerja dengan baik untuk owner kecuali keduanya memiliki kepentingan yang sama. Seorang manajer pastilah memiliki kepentingan tersendiri. Yang jadi masalah apabila terdapat perbedaan kepentingan dan tujuan antara tim dan owner. Tentunya seorang manajer akan bertindak sesuatu sepanjang sesuatu tersebut sesuai dengan kepentingannya. Oleh karena itu ada baiknya setiap awal tahun seorang owner menyamakan kepentingan dan tujuan serta target yang harus dicapai oleh tim agar tidak terjadi konflik kepentingan.


Tax Bias Decision

Pajak merupakan suatu hal yang sangat signifikan dan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan manajemen keuangan. Dalam evaluasi seperti prinsip nomor empat, free cash flow selalu dihitung setelah perhitungan pajak dimasukkan atau istilahnya after tax.
Selain itu dalam perhitungan nilai suatu perusahaan yang ditinjau dari EPS(Earning per Share) terdapat istilah tax saving yaitu ketika suatu perusahaan mempunyai pilihan untuk berhutang atau menerbitkan saham, jika Earning Before Interest and Taxes(EBIT) telah melebihi kondisi indifference level (kondisi dimana EBIT dari berutang dan menerbitkan saham adalah sama) maka EPS dari yang berutang akan melebihi dari yang menerbitkan saham. Hal ini dikarenakan ketika kita berutang maka akan membayar bunga utang dan inilah yang akan menjadi tax saving.

All Risk is Not Equal, Some Risk Can Be Diversified Away

Dalam manajemen keuangan terdapat istilah “Do not put your egg in one basket“, kenapa begitu? ya logikanya, kalau satu basket bolong, maka semua telur akan hilang artinya hal ini juga berlaku dalam manajemen keuangan. Jika anda mempunya 100US maka akan sangat dianjurkan tidak menanamnya hanya di satu perusahaan, akan tetapi di banyak perusahaan. Mengapa begitu? yah hal ini dilakukan untuk membagi-bagi resiko apabila suatu perusahaan bangkrut maka anda tidak akan kehilangan semua uang anda.

Ethical Behavior is Doing the Right Thing

Perilaku beretika adalah melakukan hal yang benar. Sebenarnya benar dan salah adalah suatu hal yang bersifat normatif karena setiap masyarakat memiliki konsep benar dan salahnya masing-masing.
Dalam manajemen keuangan mathematical error lebih bisa ditolerasi ketimbang ethical error. Kenapa begitu? Mathematical error dapat diperbaiki dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama dan begitu pula dengan ethical error akan tetapi ethical error dampaknya akan lebih fatal yaitu dapat mematikan karir dan peluang seseorang di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan perilaku tidak beretika dapat menghilangkan integritas dan integritas merupakan sesuatu yang mahal di dunia bisnis.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *