Santunan Anak Yatim

by August 28, 2020
مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

Fadhilah di bulan Muharram salah satunya adalah menyantuni anak yatim. Kegiatan tersebut adalah salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Anak-anak yatim tentunya masih membutuhkan sosok dan nafkah dari sang Ayah. Anak-anak yatim masih memiliki masa depan dan harapan yang harus selalu didukung dan diberikan bantuan.

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa sebagai muslim kita harus memberikan kasih sayang dan menyantuni anak-anak yatim.

Perintah Menyantuni Anak Yatim

Di dalam Al-Quran ada banyak sekali perintah untuk menyantuni anak yatim. Allah juga memberikan balasan keras bagi mereka yang mendzalimi anak yatim apalagi mengambil hartanya dengan cara yang zalim.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS An-Nisa: 36)

Ayat di atas menunjukkan bahwa anak yatim adalah salah satu dari sekian banyak orang yang harus kita perlakukan dengan baik

Mengelola Harta Anak Yatim dengan baik

“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al Isra : 34)

Allah menyampaikan dalam Al-Quran agar umat islam tidak mendekati harta anak yatim. Mendekati dalam hal ini tentu saja bisa berpotensi untuk mengambil dan menzalimi mereka apalagi anak yatim tentunya belum dewasa. Maka Allah memperingatkan agar berhati-hati mengelola harta mereka. Anak-anak yatim berpotensi dizalimi karena ia masih belum memiliki kemampuan untuk mengelola hartanya.

Keutamaan Merawat Anak Yatim

Tidak hanya di dalam Al-Quran, dalam hadist pun terdapat informasi mengenai keutamaan menyantuni anak yatim. Ada beberapa keutamaan anak yatim sehingga bagi kita yang menyantuninya akan mendapatkan balasan yang besar.

 “Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Artinya: “Aku dan orang yang merawat anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR Bukhari)

Pahalanya Seperti Berjihad

Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan pertama, memiliki pahala yang setaraf dengan jihad. Rasulullah Saw. pernah bersabda,

“Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa menyantuni anak yatim, apalagi sampai memberikan tempat tinggal, memberikan jaminan dan kehidupannya akan sama dengan pahala orang yang berjihad. Tentu pahala berjihad di jalan Allah atau berjuang di jalan Allah adalah pahala yang terbaik karena dengannya kita dengan harta, jiwa, dan kesungguhan untuk menggapai ridho Allah di akhirat.

Mendapat Perlindungan di Hari Kiamat

 “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.” (HR. AT – Thabrani)

Tidak semua orang akan selamat di hari kiamat atau akhirat nanti. Orang-orang yang menyantuni anak yatim lah yang akan mendapatkan balasan di akhirat dengan dipermudahnya atau dillindunginya ia saat hari kiamat. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi jika kita masih menghardik dan berlaku zalim terhadap mereka.

Tidak Selalu di Bulan Muharram

Walaupun termasuk salah satu fadhilah di bulan Muharram, untuk menyantuni anak yatim, Allah memberikan informasi terkait menyantuni anak yatim sangat umum selagi ada anak yatim dan di setiap saat anak yatim membutuhkannya.

Yang menjadi penting bukanlah kapan kita menyantuni anak yatim akan tetapi sejauh apa kita berniat untuk bisa selalu membantu dan meringankan bebannya hingga mereka bisa tetap tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak lainnya yang masih memiliki orang tua yang lengkap.

Santripreneur Menyelenggarakan Santunan Anak Yatim

Bagi rekan – rekan yang berdomisili di Jabotabek, komunitas Santripreneur akan mengadakan santunan anak yatim pada tanggal 29 Agustus 2010, bagi rekan-rekan yang akan mengajukan nama anak yatim yang akan disantuni atau ingin menjadi donatur untuk mereka. Silahkan hubungi nomor panitia di bawah ini;  

Panitia Santunan Anak Yatim:

Whatsapp: 08119001056

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *