Sejarah Tahun Hijriah

by August 19, 2020

Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah menjadi titik awal permulaan Kalender Hijriah.

Sejarah Penanggalan Hijriah

Awal mula penanggalan Hijriyah dirintis pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab ra. Pada waktu itu muncul wacana diperlukannya penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan kenegaraaan dan kemasyarakatan. Kemudian muncullah berbagai usulan dari para sahabat.

Dalam sejarahnya, Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M) pernah menerima surat dari Gubernurnya di Bashra, Abu Musa Al Asy’ari yang menyebutkan pada awal suratnya berbunyi :

“….menjawab surat Tuan yang tidak tertanggal….” Perkataan pendek yang menarik perhatian Khalifah Umar, yaitu perlunya umat Islam mempunyai penanggalan yang pasti. Hingga akhirnya diadakan musyawarah khusus untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam.

Musyawarah dihadiri oleh para tokoh terkemuka dari kalangan sahabat. Dalam musyawarah muncul beberapa usulan untuk menentukan kapan dimulainya tahun baru Islam. Di antara usulan tersebut terdapat pendapat yang mengatakan penanggalan Islam dihitung dari peristiwa penyerangan Abrahah terhadap Ka’bah yang dikenal dengan Amul Fiil (tahun gajah).

Ada yang menyarankan kalau penanggalan Islam dihitung dari turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah saw, dimana waktu itu beliau secara resmi dilantik oleh Allah swt sebagai Nabi dan Rasul untuk seluruh umat.

Ada pula yang mengusulkan penanggalan Islam dihitung dari wafatnya Rasulullah saw. Alasannya karena waktu itu diturunkan wahyu terakhir yang menegaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna.

Selain itu ada yang berpendapat bahwa penanggalan Islam dihitung dari hijrahnya Rasulullah saw dari Mekkah ke Medinah, dengan alasan karena peristiwa itu merupakan pintu masuk kehidupan baru bagi Rasulullah saw dan umatnya dari masa kemusyrikan menuju masa tauhid (Islam).

Setelah lama melakukan musyawarah bersama dengan berbagai pendapat dan argumentasi masing-masing, akhirnya disepakati bahwa usulan terakhir yang diterima. Kemudian Khalifah mengumumkan bahwa tahun baru Islam dihitung dari hijrahnya Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah.

Muharram sebagai Awal Tahun Hijriyah

Adapun penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah para sahabat Rasulullah saw pada zaman Khalifah Umar bin Khattab ra saat mencanangkan penanggalan Islam.

Ada sahabat yang mengusulkan bulan Rabiul Awal sebagai awal tahun, ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Dengan pertimbangan bahwa pada bulan itu telah bulat keputusan Rasulullah untuk hijrah ke Medinah.

Rasulullah merasa yakin setelah peristiwa Bai’at Aqabah yaitu ikrar penduduk Medinah yang datang ke Mekkah untuk masuk Islam. Di mana saat itu ada 75 orang Madinah yang ikut bai’at untuk siap membela dan melindungi Rasulullah saw, jika beliau datang ke Madinah di kemudian hari. Dengan adanya bai’at ini, Rasulullah saw melakukan persiapan untuk hijrah. Dan baru terealisasi pada bulan Shafar dan sampai di Madinah awal bulan Rabiul Awal.

Betapa besar dan berat perjuangan Rasulullah waktu itu. Suatu perjuangan untuk membebaskan kaum muslimin dari kedzaliman dan tindakan sewenang-wenang yang menimpa mereka dikarenakan tindakan orang-orang kafir.

Maka dengan ijin Allah swt, Rasulullah saw beserta para sahabat setia akhirnya meninggalkan tanah kelahirannya yang tercinta Mekkah Al-Mukarrahmah untuk pindah ke negeri yang baru yaitu Yatsrib (Madinah). Perpindahan Rasulullah saw dari Mekkah ke Madinah inilah yang disebut hijrah.

Rasulullah saw sudah memberi teladan hijrah. Sebagai bentuk syukur kita, maka setiap datang bulan Muharram, kita lakukan muhasabah atas amal yang sudah kita lakukan. Jika masih banyak amal yang terabaikan, saatnya kita hijrah untuk meningkatkan kualitas diri. Insya Allah.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *