START UP BUSINESS MASTERY (Hal-hal yang harus dikuasai pebisnis pemula)

by October 31, 2020

Oleh :
Arief Rahmat
Santripreneur Krapyak

Kadang kita mau memulai saja sudah bingung, belajar dulu atau mulai bisnisnya dulu?
Sebaiknya pondasi/mastery dulu yang harus kita pelajari/kuasai. Betapapun banyak ilmu teknis kita pelajari, kalo mentalnya ngga tangguh, bisnisnya tumbang di tengah jalan. Betapapun kita belajar tools marketing, kalo strong whynya belum ada, jualannya ngga akan awet. Betapapun banyak modal finansial yang kita punya, kalo kitanya ngga amanah, bisnisnya ngga akan tahan lama.

1- MINDSET
Seorang pebisnis yang sukses berawal dari mindset yang benar
• ORANG SUKSES melakukan banyak hal EFEKTIF
• HABIT-nya EFEKTIF
• HABIT dibentuk oleh ACTION yang dilakukan berulang-ulang
• ACTION bersumber dari MINDSET/ THINGKING

Jadi …
Untuk menjadi orang sukses maka mulailah dengan memperbaiki mindset/ thingking.
Mindset – Cara berpikir / pandang yang benar, membentuk perilaku
Perilaku yang dikerjakan terus menerus menjadi habit (kebiasaan)
Habit yang efektif berimplikasi pada kesuksesan

Mindset merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang. Karena cara pandang bisa mengubah persepsi, karena cara pandang bisa merubah cara bereaksi.
Penting bagi pengusaha untuk mengubah cara pandang atas sesuatu, mengubah cara pikirnya terhadap apa yang terjadi di kehidupannya.

Cerita – 1
Ada cerita seorang nenek yang tiap kali hujan menangis, tiap kali terang pun juga menangis. Setiap hujan, ia teringat cucunya yang berjualan es, sehingga ia sedih, karena dagangan cucunya tidak laku. Ketika hari terang, ia teringat cucunya yang usaha ojek payung, sehingga ia pun sedih, karena usaha cucunya sepi jualannya pun laku keras. Akhirnya si nenek tersebut tidak pernah bersedih lagi sepanjang hayatnya.
Di atas adalah cara sederhana, bagaimana merubah mindset, yang tadinya sedih berkepanjangan menjadi bahagia selamanya.

Cerita – 2
Ada seorang ayah, yang memiliki dua anak, si sulung dan si bungsu. Ketika ayahnya mau meninggal, beliau memberikan satu wasiat.
Wasiat yang pertama, jangan pernah dirimu terkena sinar matahari, ketika berbisnis
Wasiat yang kedua, jangan pernah menagih piutang
Beberapa tahun kemudian. Si Sulung ternyata usahanya bangkrut, akan tetapi Si Bungsu ternyata usahanya maju.
Satu wasiat, bisa menimbulkan efek yang berbeda. Itu karena berbeda mindset antara si Sulung dan si Bungsu
Ada yang tau, apa mindset dari kedua anak tersebut? sehingga yang satu mengalami kegagalan, yang satunya mengalami kesuksesan.

Contoh membangun mindset yang benar;
Bisnis itu kadang sepi kadang rame, ubah jadi: “bisnis itu yang ada hanya rame dan rame banget”.
Sendirian aja pas-pasan, apalagi kalo punya karyawan, kayaknya tekor, ubah jadi: “Kalo bisnis dikelola sendiri saja bisa menghasilkan omset 10 juta, apalagi kalo dikelola bersama tim”.
Pesaing itu bikin penghasilan kita berkurang, ubah jadi: “kompetitor itu hadir, untuk membuat kita terus berinovasi dan tidak puas dengan apa yang sudah dicapai”.
Ketika mindsetnya berbeda, maka cara pandangnya berbeda, cara bereaksinya berbeda, kekuatan ikhtiarnya juga akan berbeda.

2- STRONG WHY?
Sebuah alasan yang kuat.
Sebuah alasan yang tidak menghentikan langkah kita dalam berbisnis,
sesulit apapun kondisinya,
seperih apapun perjuangan,
sesakit apapun prosesnya.
Itulah STRONG WHY.
Ini sudah pernah dibahas sebelumnya, jadi sekilas saja ya …

3- KARAKTER
Menjadi seorang pengusaha, berbeda karakternya ketika menjadi seorang pekerja.
Itu mengapa, ketika seseorang yang lama bekerja, tidak mudah ketika alih profesi menjadi wirausaha. Apabila karakternya tidak berubah. Sering kami mengisi event purnakarya di sebuah perusahaan, yang pesertanya adalah karyawan yang menjelang pensiun. Yang disiapkan oleh perusahaannya untuk bisa mrintis bisnis ketika sudah tidak bekerja / pensiun.
Berapapun banyak pelatihan yang diikuti, kalo mereka belum mampu merubah karakternya, maka akan sulit bagi mereka untuk merintis bisnis.

• Karena merintis bisnis akan jauh berbeda ketika meniti karir di perusahaan.
• Menjadi seorang pebisnis akan berbeda ketika hanya menjadi pedagang
Perbedaaan pengusaha dan pedagang juga, sudah pernah dibahas ya, jadi sekilas saja

Salah satu karakter orang sukses, diantaranya:
Ownership – Rasa Memiliki
Responsibility – Bertanggung jawab
Accountable – Dapat Diandalkan
Sedangkan karakter yang harus dibuang antara lain;
Blame – Menyalahkan
Excuse – Beralasan
Denial – Menyangkal

Jadi, kalo sering menyalahkan orang lain, sering beralasan karena ini itu, juga sering meyangkal, buang jauh2, karakter ini, karena akan menghambat proses kesuksesan kita sebagai pengusaha 😊

4- KEYAKINAN 100%
KEYAKINAN adalah sesuatu yang harus dipegang sebagai suatu kenyataan
Bisnis yang dimulai dengan keraguan maka jangan salahkan jika hasilnya meragukan.
Bisnis yang dimulai dengan keyakinan maka jangan kaget jika hasilnya meyakinkan.
Yakinlah, bisnis yang kita mulai ini akan sukses.

5- PENGELOLAAN WAKTU
Sumber Daya Termahal Kita adalah WAKTU
Cara kita menginvestasikan waktu kita adalah salah satu faktor utama kesuksesan dalam berbisnis
Setiap orang memiliki waktu yang sama, hanya cara memanfaatkannya yang berbeda. Mereka yang memanfaatkan waktu dengan efektif akan mendapatkan hasil yang maksimal

Matrik waktu biasanya terbagi menjadi empat;

  • Penting dan mendesak
  • Penting, tapi tidak mendesak
  • Tidak penting, tapi mendesak
  • Tidak penting dan tidak mendesak
    Kalo belanja bahan baku, masuk matrik yang mana? Kalo mengurus izin legalitas usaha masuk matrik yang mana? Kalo menemani keluarga jalan-jalan, masuk matrik yang mana? Kalo mancing dan nonton bioskop masuk matrik yang mana? Ikut seminar/pengembangan diri, masuk matrik yang mana? Silahkan dibuat matrik waktunya, masing2 ya …
    Jangan sampai, kita sebagai bisnis owner hanya sibuk mengurusi hal yang tidak mendesak dan tidak penting. Sedangkan hal yang penting dan mendesak malah kita tinggalkan.

6- GOAL
Penting bagi seorang pengusaha punya goal yang jelas dan terukur. Mau punya tim berapa banyak? Mau punya omset berapa? Tahun berapa, dan mau sebesar apa? Tentukan dulu goalnya, baru setelah itu susun rencana strategis untuk mencapainya. Omset sebesar itu bisa tercapai dengan cara bagaimana? Dengan menambah alat apa? Harus merekrut karyawan berapa?
Punya omset 1 milyar / bulan, itu jadi impian kita, kalo menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapainya. Dan bisa dikatakan mimpi belaka, kalo hanya sekedar menuliskan angka, tanpa ada rencana dan action untuk meraihnya.
Goal itu harus terukur dengan angka, bukan dengan perasaan. Perasaan jualan saya rame ya, waktu bulan kemarin, tapi pas buka dompet koq ngga ada isinya, hehe. Jangan – jangan itu hanya perasaan kita aja.

7- VISI, MISI & BUDAYA
Visi itu ‘What be believe we can be‘, yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih.
Misi yaitu ‘What be believe we can do‘, misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi tadi. Seperti yang sudah di jelaskan, misi merupakan langkah, cara ataupun strategi apa untuk mencapai Visi.
Budaya adalah sistem nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, dalam satu perusahaan / organisasi.
Contoh; tepat waktu adalah budaya yang dibangun di perusahaan saya, maka bagi anda yang tidak bisa tepat waktu, anda tidak cocok bekerja di perusahaan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *