Start-up Bussiness Mastery

by August 8, 2019

Untuk memulai sebuah bisnis diperlukan sebuah ilmu dan skill dasar sebelum memulai hal-hal teknis yang berkaitan dengan usaha tersebut. kapasitas dasar itu biasa disebut dengan start-up bussiness mastery, hal-hal dasar yang harus dikuasai oleh pengusaha

Betapapun banyak ilmu teknis kita pelajari, kalo mentalnya ngga tangguh, bisnisnya tumbang di tengah jalan.

Betapapun kita belajar tools marketing, kalo strong whynya belum ada, jualannya ngga akan lama. Betapapun banyak modal finansial yang kita punya, kalo kitanya ngga amanah, bisnisnya ngga akan tahan lama.

Mindset

Seorang pebisnis yang sukses berawal dari mindset yang benar

  • ORANG SUKSES melakukan banyak hal EFEKTIF
  • HABIT-nya EFEKTIF
  • HABIT dibentuk oleh ACTION yang dilakukan berulang-ulang
  • ACTION bersumber dari MINDSET/ THINGKING

Jadi …

Untuk menjadi orang sukses maka mulailah dengan memperbaiki mindset/ thingking.

Mindset – Cara berpikir / pandang yang benar, membentuk perilaku

Perilaku yang dikerjakan terus menerus menjadi habit (kebiasaan)

Habit yang efektif berimplikasi pada kesuksesan

Mindset merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang. Karena cara pandang bisa mengubah persepsi, karena cara pandang bisa merubah cara bereaksi.

Penting bagi pengusaha untuk mengubah cara pandang atas sesuatu, mengubah cara pikirnya terhadap apa yang terjadi di kehidupannya.

Sebuah Cerita

Ada cerita seorang nenek yang tiap kali hujan menangis, tiap kali terang pun juga menangis. Setiap hujan, ia teringat cucunya yang berjualan es, sehingga ia sedih, karena dagangan cucunya tidak laku. Ketika hari terang, ia teringat cucunya yang usaha ojek payung, sehingga ia pun sedih, karena usaha cucunya sepi.

Ada tetangganya yang kemudian, menasehati si nenek tersebut, bahwa ketika hujan datang, pikirkan cucunya yang usaha ojek payung. Usahanya laris manis. Ketika panas terik, pikirkanlah cucunya yang berjualan es, maka jualannya pun laku keras. Akhirnya si nenek tersebut tidak pernah bersedih lagi sepanjang hayatnya.

Di atas adalah cara sederhana, bagaimana merubah mindset, yang tadinya sedih berkepanjangan menjadi bahagia selamanya.

Contoh membangun mindset yang benar;

Bisnis itu kadang sepi kadang rame, ubah jadi: “bisnis itu yang ada hanya rame dan rame banget”.

Sendirian aja pas-pasan, apalagi kalo punya karyawan, kayaknya tekor, ubah jadi: “Kalo bisnis dikelola sendiri saja bisa menghasilkan omset 10 juta, apalagi kalo dikelola bersama tim”.

Pesaing itu bikin penghasilan kita berkurang, ubah jadi: “kompetitor itu hadir, untuk membuat kita terus berinovasi dan tidak puas dengan apa yang sudah dicapai”.

Ketika mindsetnya berbeda, maka cara pandangnya berbeda, cara bereaksinya berbeda, kekuatan ikhtiarnya juga akan berbeda.

Strong Why

Seperti yang kita ketahui bersama,

Setiap orang punya alasan untuk melakukan sesuatu. Begitu juga berbisnis.

Harus ada alasannya, dan alasan itulah yang membuat kita tetap bertahan pada pilihan menjadi seorang entrepreneur.

Orang yang berwirausaha dengan diawali oleh strong why akan berbeda, dibandingkan dengan:

  • Orang yang berwirausaha hanya karena tidak diterima kerja, setelah melamar kemana-mana.
  • Orang yang memutuskan menjadi pengusaha hanya karena ingin dilihat keren.
  • Orang yang berbisnis hanya karena meneruskan usaha orang tua.

Sebuah alasan yang kuat. Sebuah alasan yang tidak menghentikan langkah kita dalam berbisnis, sesulit apapun kondisinya, seperih apapun perjuangan, sesakit apapun prosesnya.

Itulah STRONG WHY.

Dengan adanya strong why, maka kita akan terus bergerak, produktif, dan terhindar dari kemalasan.

Meskipun strong why seringkali membuat kita tak nyaman. Sebab, kita harus memaksa diri melakukan sesuatu yang dianggapnya berat dan menjadi beban dalam diri. Namun, yakinlah bahwa ‘pelaut yang handal tidak lahir dari laut yang tenang’.

Ini adalah pendorong untuk bisa meraih “goal” bisnis.

Anda harus memiliki ALASAN KUAT MENGAPA harus mencapai “goal” yg telah ditetapkan.

Walaupun banyak orang yang mencibir

Walaupun banyak teman yang menawarkan kerja dengan gaji “lebih”

Walau ada yang merendahkan, menganggap remeh

Walau kompetitor muncul dimana-mana

Kalo ada 10 orang yang melemahkan anda, anda punya 100 alasan yang menguatkan , untuk tetap bertahan di bisnis ini.

Apa STRONG WHY anda?

yang memutuskan anda untuk memilih jalan wirausaha?

Hanya untuk iseng-iseng kah?

Mengisi waktu luang kah?

Menyalurkan hobi?

Meneruskan usaha orang tua?

Karena tidak diterima kerja di perusahaan?

Ingin naik gaji, tapi ngga naik-naik, padahal sudah kerja sekian lama?

Hanya untuk sekedar hidup, yang penting anak istri bisa tercukupi

ATAU

LEBIH DARI SEKEDAR ITU, …

Masih banyak pengangguran di negeri ini, saya akan menjadi salah satu dari orang yang membuka lapangan kerja bagi orang lain …

Saya menjalankan bisnis ini, karena tidak ada jalan lain. Selain saya menjadi sukses melalui bisnis ini.

Saya ingin sedekah lebih banyak, minimal 10 persen dari omset. Makin besar omset saya, makin besar sedekahnya.

Ada lebih dari 20 kepala keluarga, dan 100 anggota keluarga yang hidup dari bisnis ini. Saya harus mempertahankan bisnis ini bagaimanapun caranya …

Bandingkan “strong why” yg ini dengan yang sebelumnya, jauh berbeda bukan?

Why yang “BESAR” akan menghasilkan “TENAGA” yang besar.

Seperti juga, “IMPIAN” yang besar akan menghasilkan “IKHTIAR” yang besar pula.

Bisnis yang kuat, tidak berasal dari modal yang besar, atau karyawan yang banyak

Bisnis yang kuat diawali dari “why” yang kuat.

Pertanyaannya sekarang?

Apa STRONG WHY anda?

…………………………………………….

Kalau sudah Jelas IMPIAN-nya dan Kuat ALASAN-nya,

maka tidak ada alasan untuk menyerah.

Kuatkan semangatnya, sampai tidak ada lagi yang melemahkanmu

Karakter

Menjadi seorang pengusaha, akan berbeda karakternya ketika menjadi seorang pekerja.

Itu mengapa, ketika seseorang yang lama bekerja, tidak mudah ketika alih profesi menjadi wirausaha. Apabila karakternya tidak berubah. Sering kami mengisi event purnakarya di sebuah perusahaan, yang pesertanya adalah karyawan yang menjelang pensiun. Yang disiapkan oleh perusahaannya untuk bisa mrintis bisnis ketika sudah tidak bekerja / pensiun.

Berapa banyak pelatihan yang diikuti, kalo mereka belum mampu merubah karakternya, maka akan sulit bagi mereka untuk merintis bisnis.

  • Karena merintis bisnis akan jauh berbeda ketika meniti karir di perusahaan.
  • Menjadi seorang pebisnis akan berbeda ketika hanya menjadi pedagang

Perbedaaan pengusaha dan pedagang juga, sudah pernah dibahas ya, jadi sekilas saja

Salah satu karakter orang sukses, diantaranya:

Ownership – Rasa Memiliki
Responsibility – Bertanggung jawab
Accountable – Dapat Diandalkan

Sedangkan karakter yang harus dibuang antara lain;

Blame – Menyalahkan
Excuse – Beralasan
Denial – Menyangkal

Keyakinan 100%

KEYAKINAN adalah sesuatu yang harus dipegang sebagai suatu kenyataan

Bisnis yang dimulai dengan keraguan maka jangan salahkan jika hasilnya meragukan.

Bisnis yang dimulai dengan keyakinan maka jangan kaget jika hasilnya meyakinkan.

Yakinlah, bisnis yang kita mulai ini akan sukses.

Pengelolaan Waktu

Sumber Daya Termahal Kita adalah WAKTU

Cara kita menginvestasikan waktu kita adalah salah satu faktor utama kesuksesan dalam berbisnis

Setiap orang memiliki waktu yang sama, hanya cara memanfaatkannya yang berbeda. Mereka yang memanfaatkan waktu dengan efektif akan mendapatkan hasil yang maksimal

Mereka yang menghabiskan waktunya dengan sia-sia, maka hasilnya pun hanya seadanya

Matrik waktu biasanya terbagi menjadi empat;

  • Penting dan mendesak
  • Penting, tapi tidak mendesak
  • Tidak penting, tapi mendesak
  • Tidak penting dan tidak mendesak

Kalo belanja bahan baku, masuk matrik yang mana? Kalo mengurus izin legalitas usaha masuk matrik yang mana? Kalo menemani keluarga jalan-jalan, masuk matrik yang mana? Kalo mancing dan nonton bioskop masuk matrik yang mana? Ikut seminar/pengembangan diri, masuk matrik yang mana? Silahkan dibuat matrik waktunya, masing2 ya …

Jangan sampai, kita sebagai bisnis owner hanya sibuk mengurusi hal yang tidak mendesak dan tidak penting. Sedangkan hal yang penting dan mendesak malah kita tinggalkan.

Goal

Penting bagi seorang pengusaha punya goal yang jelas dan terukur. Mau punya tim berapa banyak? Mau punya omset berapa? Tahun berapa, dan mau sebesar apa? Tentukan dulu goalnya, baru setelah itu susun rencana strategis untuk mencapainya. Omset sebesar itu bisa tercapai dengan cara bagaimana? Dengan menambah alat apa? Harus merekrut karyawan berapa?

Punya omset 1 milyar / bulan, itu jadi impian kita, kalo menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapainya. Dan bisa dikatakan mimpi belaka, kalo hanya sekedar menuliskan angka, tanpa ada rencana dan action untuk meraihnya.

Goal itu harus terukur dengan angka, bukan dengan perasaan. Perasaan jualan saya rame ya, waktu bulan kemarin, tapi pas buka dompet koq ngga ada isinya, hehe. Jangan – jangan itu hanya perasaan kita aja.

Visi, Misi dan Budaya

Visi itu ‘What be believe we can be‘, yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih.

Misi yaitu ‘What be believe we can do‘, misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi tadi. Seperti yang sudah di jelaskan, misi merupakan langkah, cara ataupun strategi apa untuk mencapai Visi.

Budaya adalah sistem nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, dalam satu perusahaan / organisasi.

Contoh; tepat waktu adalah budaya yang dibangun di perusahaan saya, maka bagi anda yang tidak bisa tepat waktu, anda tidak cocok bekerja di perusahaan ini.

Demikianlah penjelasan singkat tentang startup bussiness mastery, yang Insya Allah akan disambung pada artikel mendatang.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *