Strong Why; Sebuah Awal Mula

by July 16, 2020

Ada beberapa hal dasar yang harus kita kuasai sebelum melangkah hal yang lebih tinggi. Ada tangga yang harus kita pijak sebelum kita melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi.

Kali ini kita tentang self mastery dalam bisnis, penguasaan yang berkaitan tentang diri sendiri. Strong Why adalah satu diantara, beberapa mastery yang harus dikuasai oleh bisnis owner.

Bagaimana kita, ketika di awal berbisnis, menemukan alasan, mengasah mental, membangun karakter dan mindset, menciptakan habit.

Mengapa penting?

karena bisnis, selalu terkait dengan ownernya.

Sehingga ada istilah:

“KETIKA ADA MASALAH DALAM BISNIS, MAKA MASALAHNYA ADA DI OWNERNYA”

Jangan dulu menyalahkan karyawan,

Jangan menyalahkan kondisi ekonomi,

Jangan menyalahkan peluang pasar,

Salahkan diri kita sendiri, selaku bisnis owner

Kinerja karyawan yang kurang baik, karena kita tidak memberikan sop dan jobdesk yg benar

SDM yang salah, dikarenakan sistem rekruitment yang salah

Bukan jualannya yang sepi, mungkin kitanya yang ngga maksimal dalam melakukan proses marketing

Bukan pembelinya yang berkurang, mungkin pelayanan kita yang kurang baik

Bukan daya beli masyarakat yang menurun, mungkin tren, cara beli dan barang yang dibelinya yang berubah.

Itulah yang membuat seorang pengusaha harus terus belajar, karena dunia berubah cepat sekali. Jangan sampe kita “tertidur” dan ketika “bangun” semuanya sudah berbeda.

Ini yang diucapkan oleh Stephen Elop (CEO Nokia) “Kita tidak melalukan kesalahan apa pun, tiba-tiba kami kalah dan punah”. Ketika mengetahui Nokia tidak sehebat dulu lagi. Dulu kita tau, betapa nokia begitu merajai pasar telepon genggam, tapi kini, seolah hilang ditelan waktu.

Kembali ke tema awal, tentang penguasaan diri

Ada TIGA tingkatan ketika orang memulai bisnis

PERTAMA, INGIN

Ingin ibarat angin, sekarang ingin bisnis kuliner, besok pengennya bisnis online. Melihat orang jualan cabe laku, kepengen jualan cabe. Ngeliat orang jualan ayam laris, kepengen juga jualan ayam. Hanya ingin. Ibarat angin, datang dan pergi secepat lalu. Tidak pernah ada action, hanya keinginan belaka.

KEDUA, PILIHAN

Orang yang memulai bisnis hanya karena pilihan. Terpaksa oleh keadaan. Karena tidak diterima, setelah melamar kerja kemana-mana, akhirnya memilih berbisnis. Hanya karena gaji yang diterima tidak sesuai dengan keinginan, lalu banting stir jadi pebisnis. Karena tidak ada yang meneruskan usaha keluarga, akhirnya memilih menjadi berbisnis. Menjadi pengusaha hanya karena tidak tercapainya impian utama. Boleh juga sih, tapi sebaiknya pilih tingkatan yang ketiga.

KETIGA, KOMITMEN

Sejak awal, tujuannya memang menjadi seorang entrepreneur. Seorang pengusaha. Apapun godaannya enaknya bekerja sebagai pegawai, tidak menyurutkan hatinya untuk meraih cita-citanya berbisnis. Itulah komitmen. Ia akan tepat waktu buka dan tutup toko. Konsisten dalam membangun networking, menjaga kepercayaan klient dan konsumen.

Sesulit apapun prosesnya, seperih apapun cobaannya, tidak akan menyurutkan cita-citanya menjadi seorang entrepreneur.

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap orang punya alasan untuk melakukan sesuatu. Begitu juga berbisnis. Harus ada alasannya, dan alasan itulah yang membuat kita tetap bertahan pada pilihan menjadi seorang entrepreneur.

Orang yang berwirausaha dengan diawali oleh strong why akan berbeda, dibandingkan dengan:

  • Orang yang berwirausaha hanya karena tidak diterima kerja, setelah melamar kemana-mana.
  • Orang yang memutuskan menjadi pengusaha hanya karena ingin dilihat keren.
  • Orang yang berbisnis hanya karena meneruskan usaha orang tua.

Sebuah alasan yang kuat. Sebuah alasan yang tidak menghentikan langkah kita dalam berbisnis, sesulit apapun kondisinya, seperih apapun perjuangan dan sesakit apapun prosesnya.

Itulah STRONG WHY.

Dengan adanya strong why, maka kita akan terus bergerak, produktif, dan terhindar dari kemalasan.

Meskipun strong why seringkali membuat kita tak nyaman. Sebab, kita harus memaksa diri melakukan sesuatu yang dianggapnya berat dan menjadi beban dalam diri. Namun, yakinlah bahwa ‘pelaut yang handal tidak lahir dari laut yang tenang’.

Ini adalah pendorong untuk bisa meraih “goal” bisnis.

Anda harus memiliki ALASAN KUAT MENGAPA harus mencapai “goal” yg telah ditetapkan.

Walaupun banyak orang yang mencibir

Walaupun banyak teman yang menawarkan kerja dengan gaji “lebih”

Walau ada yang merendahkan, menganggap remeh

Walau kompetitor muncul dimana-mana

Kalo ada 10 orang yang melemahkan anda, anda punya 100 alasan yang menguatkan , untuk tetap bertahan di bisnis ini.

Apa STRONG WHY anda? yang memutuskan anda untuk memilih jalan wirausaha? Hanya untuk iseng-iseng kah? Mengisi waktu luang kah? Menyalurkan hobi? Meneruskan usaha orang tua? Karena tidak diterima kerja di perusahaan idaman?

Ingin naik gaji, tapi ngga naik-naik, padahal sudah kerja sekian lama? Hanya untuk sekedar hidup, yang penting anak istri bisa tercukupi

ATAU

LEBIH DARI SEKEDAR ITU, …

Masih banyak pengangguran di negeri ini, saya akan menjadi salah satu dari orang yang membuka lapangan kerja bagi orang lain …

Saya menjalankan bisnis ini, karena tidak ada jalan lain. Selain saya menjadi sukses melalui bisnis ini.

Saya ingin sedekah lebih banyak, minimal 10 persen dari omset. Makin besar omset saya, makin besar sedekahnya.

Ada lebih dari 20 kepala keluarga, dan 100 anggota keluarga yang hidup dari bisnis ini. Saya harus mempertahankan bisnis ini bagaimanapun caranya …

Bandingkan “strong why” yg ini dengan yang sebelumnya, jauh berbeda bukan?

Why yang “BESAR” akan menghasilkan “TENAGA” yang besar. Seperti juga, “IMPIAN” yang besar akan menghasilkan “IKHTIAR” yang besar pula. Bisnis yang kuat, tidak berasal dari modal yang besar, atau karyawan yang banyak. Bisnis yang kuat diawali dari “why” yang kuat.

Pertanyaannya sekarang?

Apa STRONG WHY anda?

…………………………………………….

Kalau sudah Jelas IMPIAN-nya dan Kuat ALASAN-nya, maka tidak ada alasan untuk menyerah. Kuatkan semangatnya, sampai tidak ada lagi yang melemahkanmu

Muhamad Arif Rahmat, SHI*

*Penulis adalah seorang entrepreneur dan professional bussiness coach. Biasa disapa disini

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *