Tiga Jenis Sabar

by August 7, 2020

Kita dalam mengarungi bahtera kehidupan ini perlu dengan banyak bersabar. Sabar merupakan kata yang sering kali diucapkan oleh lisan. Orang yang memiliki sifat sabar akan memperoleh ketenangan dalam jiwa dan raganya.

Sebagian dari kita pasti pernah menanyakan, kapan kita harus sabar dan kapan kita bisa bersabar? Mungkin, pertanyaan ini pernah kita bisikkan ke dalam diri kita atau bahkan kepada orang lain, mungkin kita akan menjawab kita harus bersabar dikala kita terkena musibah. Musibah yang diberikan Allah kenapa kita dapat berupa teguran atau bahkan Allah akan menjadikan derajat kita lebih tinggi dari sebelumnya.

Islam memandang sabar sebagai sifat yang mulia disisiNya. Orang yang sabar dapat dikatakan sebagai orang yang beriman kepada Allah. Sebaliknya, orang yang tidak ada sedikit pun sabar pada dirinya maka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak beriman, bukan maksud dan tujuan menghakimi orang lain, dalam artian Allah yang telah menyatakan hal demikian.

Allah berfirman dalam surah Al-Baqaroh ayat 153 yaitu,

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. (QS. Al-Baqarah: 153).

Sabar sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu kata sabaro yasbiru, yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia adalah menahan. Secara luas dapat kita artikan bahwa sabar merupakan upaya diri kita dalam menahan agar tidak mudah marah, berkeluh kesah, benci, dendam, dan tidak mudah berputus asa agar tidak melakukan perbuatan keji dan menyimpang dari ajaranNya.

Ada tiga jenis sabar yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, dan bersabar dalam kemaksiatan.

1. Sabar dalam ketaatan.

Sabar menjalani ketaatan kepada Allah adalah sebuah kewajiban kepada kita sebagai wujud penghambaan kita kepadaNya. Dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah akan terasa berat sehingga membutuhkan kesabaran yang tinggi. Seperti contohnya sabar dalam menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu yang dapat menjerumuskan kita kedalam kesesatan.

2. Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah.

Kita sebagai hamba telah sepatutnya untuk beriman kepada Allah, beriman atas segala bentuk ujian, cobaan dan musibah yang datang menghampiri kita.

Kita harus percaya kepada Allah bahwa tidak ada cobaan yang menghampiri kita kalau bukan telah menjadi takdir dan Allah pun memberikan ujian sesuai dengan kemampuan kita, selain itu juga sarana kita untuk meningkatkan kualitas diri. Ketika mendapatkan cobaan, maka bersabarlah dan ikhlas dengan apa yang terjadi.

3. Sabar dalam kemaksiatan.

Kita pasti mengetahui bahwa maksiat adalah hal yang sangat dilarang dalam ajaran kita sebagai muslim. Segala sesuatu yang haram pasti dilarang oleh Allah dan sepatutnya kita jauhi dan tinggalkan. Segala bentuk maksiat itu memberikan efek yang menyenangkan bagi kita yang melakukannya, tetapi ingat murka Allah akan lebih mengerikan bagi kita yang menjalani maksiat tersebut.Sebagai orang yang beriman kepada Allah diharuskan menjaga dan menahan diri dari segala bentuk larangan.

Kesabaran adalah nikmat yang diberikan kepada hambaNya, menurut Imam Al Ghazali, sabar sangat erat kaitannya dengan sikap syukur. Bagi hambaNya yang bersabar maka ia telah menjadi hamba yang terpilih dan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT.

Muhammad Riyadz Aqsha, Mahasiswa asal Jambi

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *